NUNUKAN, marajanews.id – Aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Nunukan terdiri dari HMI, LMD, dan BEM Politeknik Negeri Nunukan menyampaikan aspirasi terkait tiga Pembangunan infrastruktur sepenuhnya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Tiga tuntutan tersebut menyentuh BIdang Pendidikan, BIdang Ketenagakerjaan dan Bidang Infrastruktur Tata Kota
Aksi unjuk rasa ini dipicu ketidakpuasan masyarakat Nunukan terkait sarana dan prasarana yang tentunya sudah bisa dinikmati justru terabaikan hingga saat ini.
Koordinator Lapangan Aliansi Peduli Nunukan (APN), Aridha Ramdhani Anwar menegaskan bahwa selama dua puluh lima tahun pemerintahan, akses pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa di wilayah empat Kabupaten Nunukan masih menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan.
“ Keterbatasan fasilitas pendidikan yang belum merata di seluruh wilayah, Banyak sekolah dan perguruan tinggi yang masih kekurangan sarana dan prasarana yang layak, sehingga menyulitkan proses belajar-mengajar bagi para siswa dan mahasiswa.” tegas orasi Mahasiswa Politektik Nunukan ini.
Selain itu, lanjutnya kesenjangan pendidikan juga terlihat dari sulitnya akses terhadap tenaga pengajar yang berkualitas di Nunukan. Guru dan dosen yang kompeten terbatas dan mengutamakan dosen yang memiliki hubungan keluarga sebagai tenaga pengajar di salah satu perguruan tinggi negeri Nunukan.
Hal ini menurutnya memengaruhi kualitas pendidikan mahasiswa bahkan alumni perguruan tinggi negeri itu menutup kesempatan bagi Alumni yang berpotensi menjadi tenaga pengajar.
Aridha menegaskan bahwa pemerintah seharusnya lebih serius dalam menangani permasalahan ini dengan memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sektor pendidikan di Nunukan.
Peningkatan fasilitas pendidikan, pemerataan tenaga pengajar, serta program bantuan pendidikan yang perlu segera diwujudkan agar setiap pelajar dan mahasiswa di Nunukan ini mendapatkan hak yang sama dalam memperoleh pendidikan yang layak.
Orasi yang disampaikan salah satu perwakilan organisasi mahasiswa juga menyampaikan hal yang sama, Firman menegaskan, sulitnya masyarakat Nunukan mendapatkan lapangan pekerjaan, padahal kata Firman, seharusnya civitas akademik perguruan tinggi memikirkan hal ini terhadap alumni alumninya.
Selain itu Firman menyinggung soal rumah dinas DPRD Nunukan yang ditempati tiga unsur pimpinan DPRD, Bawaslu dan Instansi lainnya yang seharusnya diperuntukkan untuk pelajar dan mahasiswa yang melanjutkan Pendidikan di Kota Nunukan, justru sebagian bangunan itu tidak digunakan sebagaimana fungsinya.
“ Rumah dinas jika ingin dimanfaatkan lebih baik di peruntukkan bagi pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan tempat tinggal di Nunukan. kami meminta pemerintah mengevaluasi atau penataan ulang penggunaan fasilitas-fasilitas pemerintah, agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tidak ada lagi pemborosan anggaran,” tegas Firman.
Berbeda dengan yang disampaikan sebelumnya, aktivis LMD Nunukan, Jefri, dalam orasinya menegaskan bahwa penataan kota Nunukan masih sembrawut, terutama pada akses jalan protokol yang sering terlihant kendaraan parkir di depan pertokoan.
Ia menambahkan, kondisi jalan yang dipadati kendaraan parkir memotong separuh badan jalan membuat pengguna jalan resah.
Hal ini menyebabkan arus lalu lintas terganggu dan bisa menimbulkan kecelakaan, yang seharusnya dapat dihindari jika ada penataan yang lebih rapi dan terorganisir.
Usai menyampaikan aspirasi, anggota DPRD Nunukan menerima aksi unjuk rasa itu yang dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Nunukan, Hj Andi Mariyati didampingi Ketua Komisi II, Andi Fajrul Syam SH dan Sekretaris Komisi I, Muhammad Mansur yang keduanya dari Fraksi Partai Nasdem Nunukan.
Anggota legislative menanggapi aspirasi tersebut, namun beberpa menit kemudian anggota dewan dari Partai Demokrat dan Partai Nasdem itu mengajak mahasiswa untuk melanjutkan diskusi ke ruang rapat Ambalat I DPRD Nunukan, agar aspirasi mereka bisa disampaikan lebih detail terkait keluhan yang mereka nilai belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Nunukan.
Rapat dengar pendapat itu semakin alot, namun sejumlah instansi yang mahasiswa harapkan hadir justru mangkir, sehingga anggota dewan menjadwalkan kembali RDP minggu depan pada 24 Februari pertemuan di Kampus Politeknik Negeri Nunukan dan pada 25 Februari di Kantor DPRD Nunukan bersama OPD terkait.#m01











