tidak, tolak, lawan jerit jiwa perempuan di jurang tirani.
merdeka, satu hasrat yang kuimpikan namun sayang... kebebasan hanya milik mereka yang diharapkan
angin senja ku tanya pilu masihkah kata keadilan berlaku? ah, maksudku sudahkah ia lahir nyata atau hanya sekedar gema kosong?
nyatanya wanodya tak pernah lega atas dahaga dahaga atas segala aturan yang membelenggu
menggenggam kalimat racun "kau hanya perempuan" lalu, kapan titik lega mendarat aman? akankah kata 'kalut' pudar dari nasib atau abadi merajai langit perempuan?
Aisyah, Aji Kuning, 24 Desember 25






