NUNUKAN, SEBATIK, marajanews.id – Desa Setabu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, akhirnya merasakan cahaya listrik yang selama bertahun-tahun dinanti warga, desa yang sebelumnya bergelut dengan keterbatasan penerangan kini mulai bersinar.
Ribuan rumah tangga di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia itu menikmati pemasangan listrik gratis melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Sebanyak 1.787 rumah tangga memperoleh sambungan listrik tanpa biaya. Program tersebut bermula dari aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada anggota DPR RI, Hj. Rahmati Zainal.
Keluhan warga yang diterima melalui media sosial kemudian disampaikan kepada pemerintah pusat hingga program pemasangan listrik dapat direalisasikan.
“Berawal dari aduan warga melalui media sosial. Aspirasi itu masuk lewat Direct Message di Instagram pribadi saya. Setelah membaca pesan warga, saya langsung berkoordinasi dengan dinas terkait dan juga Gubernur. Alhamdulillah, hari ini bisa kita realisasikan,” ungkap Hj. Rahmati Zainal saat penyerahan bantuan simbolis di RT 8 Desa Setabu, Rabu (4/3/26).
Menurtnya, ketersediaan listrik di wilayah perbatasan hanya sebagai fasilitas penerangan rumah tangga, menurutnya,energi listrik di setiap rumah warga menjadi penanda kehadiran negara di garis terluar Indonesia dan kehidupan masyarakat perbatasan, kata dia, harus memperoleh perhatian yang sama dengan daerah lain.
“Listrik bukan hanya soal lampu menyala, penerangan di rumah warga menunjukkan negara hadir menjaga masyarakat hingga di perbatasan,” kata Anggota DPR RI ini.
Dalam kesempatan tersebut ia juga menyampaikan sejumlah program dari pemerintah pusat yang akan digulirkan di Kalimantan Utara, terdiri dari bantuan bedah rumah sebanyak 2.000 unit bagi keluarga berpenghasilan rendah di berbagai kabupaten dan kota.
Program perbaikan hunian tersebut diarahkan bagi rumah yang dinilai tidak layak huni. Dengan dukungan anggaran pemerintah pusat, rumah warga akan diperbaiki agar lebih aman, sehat, serta memberikan kenyamanan bagi keluarga penerima manfaat.
Selain itu, dikesempatan tersebut, Rahmati juga mengingatkan masyarakat agar menjaga instalasi listrik yang telah terpasang, perawatan kabel dan meteran listrik, agar menjadi perhatian untuk mencegah gangguan yang berpotensi memicu kebakaran di lingkungan permukiman.
Penyerahan bantuan listrik di Desa Setabu dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan unsur pemerintah pusat. Program BPBL Tahun Anggaran 2025 tersebut menjadi bagian dari perluasan akses energi di kawasan perbatasan yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur.
Mewakili Gubernur Kalimantan Utara, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara, H. Denny Harianto, menyampaikan listrik menjadi penggerak aktivitas masyarakat. Penerangan rumah tangga, kata dia, akan membuka peluang bagi kegiatan ekonomi yang lebih berkembang.
“Dengan adanya listrik, kegiatan usaha rumahan bisa berjalan lebih baik. Warga dapat meningkatkan produktivitas ekonomi keluarga,” kata Denny.
Denny menjelaskan realisasi BPBL di Sebatik berasal dari sinergi pendanaan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Sebanyak 1.516 rumah tangga menerima bantuan melalui APBN dari Kementerian ESDM, sedangkan 271 rumah tangga memperoleh dukungan dari APBD Provinsi Kalimantan Utara.
Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Nunukan, Juni Mardiansyah, yang mewakili Bupati Nunukan, turut menyaksikan penyerahan bantuan tersebut.
Ia menyebut ketersediaan listrik memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat perbatasan, terutama bagi anak-anak yang kini dapat belajar pada malam hari dengan penerangan yang lebih baik.
“Ketersediaan listrik membuat anak-anak di perbatasan dapat belajar dengan nyaman pada malam hari. Kondisi ini juga membuka peluang peningkatan kegiatan ekonomi keluarga,” tutur Juni Mardiansyah.#m03








