TANJUNG SELOR, marajanews.id – Semangat menjaga kelestarian lingkungan kembali bergema di Kabupaten Bulungan. Wakil Bupati (Wabup) Bulungan, Kilat, A.Md., turun langsung dalam Aksi Penanaman Satu Juta Pohon Tahun 2026 yang digelar Komando Distrik Militer (Kodim) 0903/Bulungan di kawasan Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor, belum lama ini.
Ratusan bibit ditanam serentak, menandai komitmen bersama menjaga paru-paru Bumi di wilayah utara Kalimantan tersebut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan penanaman pohon serentak di seluruh wilayah, sebagai tindak lanjut Surat Telegram Pangdam VI/Mulawarman.
Selain diikuti jajaran TNI, aksi ini turut melibatkan Polri, pemerintah daerah, kalangan dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, pelajar, hingga masyarakat umum yang bahu-membahu menanam harapan hijau bagi generasi mendatang.
Dalam sambutannya, Wabup Kilat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kodim 0903/Bulungan yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.
Ia menegaskan, penanaman pohon bukan sekadar seremoni belaka, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas lingkungan hidup.
“Menanam pohon pada hakikatnya adalah menanam harapan. Menanam pohon berarti menanam kehidupan dan menanam masa depan,” ujar Kilat.
Lebih jauh, Kilat menjelaskan bahwa keberadaan pohon memegang peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mulai dari menghasilkan oksigen, menyerap karbon, mencegah erosi, menjaga tata air, hingga menjadi habitat bagi beragam satwa.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan penghijauan sebagai tanggung jawab kolektif, mengingat Bulungan memiliki kekayaan alam yang melimpah, mulai dari hutan, sungai, pesisir, mangrove, hingga lahan pertanian.
Secara khusus, ia menyoroti pentingnya menjaga ekosistem mangrove yang berfungsi melindungi garis pantai dari abrasi sekaligus menjadi penyimpan karbon alami.
Sementara itu, Kodim 0903/Bulungan menargetkan penanaman sebanyak 2.500 pohon yang tersebar di 10 kecamatan se-Kabupaten Bulungan.
Khusus di kawasan Kebun Raya Bundayati, tercatat 460 pohon ditanam, terdiri atas 60 pohon buah, 200 pohon meranti, dan 200 pohon kapur, yang diproyeksikan tumbuh menjadi kawasan hijau baru di jantung Tanjung Selor.
Kilat menegaskan, keberhasilan gerakan penghijauan tidak diukur semata dari jumlah bibit yang ditanam, melainkan dari keberlanjutan perawatannya.
“Jangan sampai kegiatan penanaman berhenti pada seremoni. Setelah bibit ditanam, mari kita rawat, kita pelihara, dan kita pastikan dapat tumbuh dengan baik,” pesannya.
Ia berharap momentum ini mampu menumbuhkan kesadaran kolektif warga Bulungan, sehingga gerakan menanam pohon tidak berhenti pada satu kegiatan, melainkan menjelma menjadi budaya hidup sehari-hari.#dkipbulungan










