NUNUKAN, marajanews.id – Kesejahteraan masyarakat perbatasan turut menentukan kekuatan Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menyoroti pendidikan, akses pelayanan dasar, infrastruktur, dan pertumbuhan ekonomi sebagai penopang masa depan generasi muda di wilayah perbatasan.
Hal ini disampaikan Ir. Arpiah ST, M.I.Kom usai menghadiri undangan Podcast IKAL Lemhannas, Senin (17/10/26).
“Pembangunan perbatasan perlu menjangkau kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok, terutama anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan dan kesempatan berkembang,” kata Arpiah.
Menurutnya, Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Malaysia menghadapi tantangan pembangunan sekaligus menyimpan potensi ekonomi.
Kondisi geografis tersebut menuntut kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan warga, termasuk peningkatan konektivitas, layanan publik, dan kesempatan usaha.
Pendidikan menjadi bagian dari fondasi ketahanan nasional. Anak-anak perbatasan membutuhkan akses sekolah, tenaga pendidik, sarana belajar, serta dukungan untuk melanjutkan pendidikan.
Kualitas sumber daya manusia akan memengaruhi kemampuan generasi muda menghadapi persaingan dan mengembangkan daerahnya.
Selain pendidikan, pembangunan infrastruktur turut menentukan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, distribusi barang, dan kegiatan ekonomi.
Keterbatasan konektivitas dapat menambah biaya hidup serta mempersempit kesempatan warga mengembangkan usaha, karena itu, pemerataan pembangunan perlu memperhatikan kondisi wilayah yang sulit dijangkau.
Pemerintah pusat dan daerah perlu menyelaraskan kebijakan pembangunan dengan kebutuhan masyarakat perbatasan. Dukungan anggaran, peningkatan pelayanan dasar, dan penguatan ekonomi lokal dapat membantu warga memperoleh kesempatan hidup yang lebih baik, agar menjangkau kelompok masyarakat di wilayah terpencil.
Dijelaskannya, kesejahteraan warga juga membentuk hubungan masyarakat dengan negara, ketika masyarakat memperoleh pelayanan yang layak dan kesempatan berkembang, rasa memiliki terhadap Indonesia dapat tumbuh melalui pengalaman sehari-hari.
“ Nasionalisme di perbatasan perlu hadir melalui pelayanan publik dan pembangunan yang dirasakan langsung oleh warga.” tambahnya.
Melalui gagasan yang disampaikan dalam Podcast IKAL Lemhannas, Wakil Ketua I DPRD Nunukan, Ir. Arpiah ST, M.I.Kom mengangkat kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari strategi menjaga kedaulatan Indonesia.
Karena Masa depan anak-anak perbatasan perlu mendapat perhatian dalam agenda pembangunan agar generasi muda memiliki kesempatan berkontribusi bagi daerah dan bangsa.#Adv









