NUNUKAN, marajanews.id – Tokoh pemuda sekaligus pemangku adat masyarakat Tidung, Ramsah, menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan berbagai pihak dalam memperjuangkan pemekaran Desa Ujang Patima di Kabupaten Nunukan.
Ramsah menegaskan, masyarakat Desa Ujang Patima sudah lama menantikan realisasi pemekaran tersebut, harapan itu semakin kuat karena desa yang berada di wilayah Sebatik ini dinilai telah memenuhi syarat untuk berdiri sebagai desa definitif.
“Alhamdulillah, saya Ramsah dari Desa Ujang Fatima yang saat ini sedang dalam proses pemekaran, kami selalu berharap desa ini bisa segera berdiri sebagai desa definitif,” ujarnya, Minggu (14/9/25).
Ia menjelaskan, pemekaran Desa Ujang Patima sebelumnya sempat tertunda akibat pandemi COVID-19, selain itu, penyelenggaraan Pilkada pada tahun 2024 juga menjadi salah satu faktor penghambat realisasi.
“Syukurlah, di tahun 2025 ini kami tetap memberikan dukungan penuh agar Desa Ujang Fatima dapat segera terbentuk,” lanjutnya.
Menurut Ramsah, jumlah penduduk di Desa Ujang Patima lebih dari 1.900 jiwa, dengan jumlah tersebut, ia menilai wajar bila masyarakat menuntut pemekaran demi peningkatan pelayanan publik.
Selain faktor jumlah penduduk, ia juga menyebutkan bahwa desa ini memiliki fasilitas yang cukup memadai. Sejumlah sarana pendukung seperti lokasi wisata, fasilitas kesehatan, dan keberadaan kodim menjadi modal kuat bagi desa untuk berdiri sendiri.
“Dengan adanya fasilitas-fasilitas tersebut, kami merasa sudah saatnya Desa Ujang Patima berdiri sendiri. Kami yakin jika pemekaran ini terwujud, pembangunan akan lebih baik dari sekarang,” tegas Ramsah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Nunukan yang telah memperjuangkan pemekaran Desa Ujang Patima, Binusan Dalam, dan Tembaring. Ramsah menilai perjuangan tersebut menjadi bukti nyata perhatian wakil rakyat terhadap aspirasi masyarakat.
Tak hanya kepada DPRD, ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada pemerintah daerah. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah terhadap pemekaran desa-desa di wilayah Sebatik menjadi dorongan besar bagi masyarakat untuk terus berjuang.
“Perjuangan ini tidak mudah. Tetapi berkat kerja keras bersama, aspirasi masyarakat bisa diperhatikan. Kami sangat bersyukur pemerintah daerah ikut mendukung,” katanya.
Ramsah menambahkan, pemekaran desa tidak hanya memberikan identitas administratif, tetapi juga membuka peluang percepatan pembangunan di bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
Ramsah yang saat ini menjabat sebagai pemangku adat Desa Ujang Patima sekaligus pemangku adat Tidung Dayak, berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi masyarakat hingga desa tersebut resmi terbentuk.#m03









