Press "Enter" to skip to content

Jerit

tidak, tolak, lawan

jerit jiwa perempuan di jurang tirani.
merdeka,

satu hasrat yang kuimpikan

namun sayang...

kebebasan hanya milik mereka yang diharapkan
angin senja ku tanya pilu

masihkah kata keadilan berlaku?

ah, maksudku sudahkah ia lahir nyata atau hanya sekedar gema kosong?
nyatanya wanodya tak pernah lega atas dahaga

dahaga atas segala aturan yang membelenggu
menggenggam kalimat racun "kau hanya perempuan"

lalu, kapan titik lega mendarat aman?

akankah kata 'kalut' pudar dari nasib atau abadi merajai langit perempuan?

Aisyah, Aji Kuning, 24 Desember 25

 

Bagikan :
error: Hubungi Redaksi