Press "Enter" to skip to content

Pemkab Nunukan Dukung Optimalisasi Distribusi Kawasan Mangrove dan Gambut

TANJUNG SELOR, marajanews.id – Pemerintah Kabupaten Nunukan mendukung optimalisasi kawasan mangrove dan gambut di provinsi Kalimantan utara, karena dua ekosistem tersebut berperan besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan, ekonomi masyarakat, serta ketahanan wilayah pesisir dan daratan.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, S.Sos saat menghadiri rapat koordinasi pembahasan Optimalisasi distribusi kawasan Mangrove dan Gambut terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi dan Kabupaen/Kota di Kalimantan Utara, Selasa (3/3/26) di ruangan rapat lantai lV, Kantor Gubernur Kalimantan Utara.

Hermanus, S.Sos mengatakan, pada prinsipnya pemerintah daerah mengapresiasi  kebijakan dan pemanfaatan karbon, karena manfaatnya besar bagi pertumbuhan dan peningkatan baik ekonomi maupun kelestarian lingkungan pesisir.

“Kabupaten Nunukan memaksimalkan kawasan mangrove, kami berharap pemanfaatan karbon di Nunukan diyakini bernilai ekonomis, apalagi kedepan didukung secara teknis pemerintah provinsi.” ungkapnya.

Kedua ekosistem tersebut menjadi penyerap karbon yang sangat besar, mangrove dan gambut dikenal sebagai penyimpan karbon alami yang mampu mengurangi emisi gas rumah kaca.

Ketika kawasan tersebut dikelola dengan baik, kontribusinya terhadap pengendalian perubahan iklim menjadi sangat signifikan.

Karena itu, kata Hermanus, optimalisasi kawasan mangrove dan gambut tidak hanya terkait dengan pelestarian alam, namun juga menyangkut perlindungan masyarakat, ketahanan pangan, serta keberlanjutan Pembangunan.

Rapat koordinasi ini dibuka Gubernur Kalimantan Utara, H. Zainal Arifin Paliwang, dan dihadiri direktur PT. Enggang Kaltara Lestari (EKL), Direktur PT Global Eco Rescue Lestari(GERL) para Bupati/waliKota Se-Kalimantan Utara, dan Kepala Perangkat daerah Provinsi Kalimantan Utara.

Dalam rapat tersebut, membahas skema kolaborasi antara PT. GERL dan PT.EKL, pemerintah provinsi serta kabupaten/Kota, yang dinilai membuka peluang bagi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan bagi hasil (benefit sharing) yang menyentuh langsung masyarakat melalui pemanfaatan Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

Selain itu program ini bertujuan mengelola ekosistem mangrove dan lahan gambut secara berkelanjutan melalui pendekatan pembangunan rendah karbon berbasis masyarakat untuk mendukung upaya penurunan emisi gas rumah kaca serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kalimantan Utara.

Dikesempatan tersebut, Gubernur Kalimantan Utara Zainal A.Paliwang mengatakan Kalimantan Utara memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar khusus dikawasan Mangrove dan Gambut yang memiliki potensi ekonomi yang dikelola berkelanjutan sehingga menjadi aset strategis daerah.

Kaerena itu Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota perlu bersinegi dalam rangka membangun kesepahaman terkait kewenangan, mekanisme bagi hasil, tata kelola penerimaan daerah, serta penguatan regulasi daerah agar potensi tersebut dapat dioptimalkan secara adil dan proporsional.

“Kita berharap identifikasi potensi kontribusi ekonomi yang realistis dan terukur, dengan menyusun skema koordinasi lintas daerah, menetapkan langkah konkret yang segera ditindaklanjuti dan menyepakati rencana aksi bersama antara provinsi dan kabupaten/kota.”Ucap Gubernur.#prokopim

Bagikan :
error: Hubungi Redaksi