NUNUKAN, marajanews.id – Dapur Umum SPPG di Kabupaten Nunukan memperluas jangkauan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) salahsatunya di Kecamatan Selisun.
Dapur Umum tersebut diresmikan langsung Bupati Kabupaten Nunukan, H. Irwan Sabri SE, Senin (20/4/26) di jalan lingkar Nunukan.
Bupati Nunukan mengatakan, dapur MBG Selisun II memperluas jangkauan layanan program MBG di Nunukan Selatan.
“Program MBG terus ditingkatkan dan memberikan dampak positif terhadap masyarakat, baik dalam pemenuhan gizi masyarakat maupun peningkatan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja,” jelasnya.
Irwan Sabri SE menegaskan distribusi layanan perlu dipercepat, untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi mendatang di wilayah perbatasan.
Disebutkannya, program MBG merupakan investasi jangka panjang, sehingga kualitas layanan harus dijaga, terutama dalam aspek kebersihan dan keamanan makanan.
“Kepada pengelola SPPG Selisun, saya harapkan untuk selalu mengutamakan kebersihan dan memberikan pelayanan terbaik dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Adapun Data Penerima Manfaat, dapur Umum SPPG Selisun 2 akan melayani sebanyak 1.009 penerima manfaat, terdiri dari, 3 sekolah TK/PAUD, dan 1 sekolah SMA (SMAN 1 Nunukan Selatan)
Melalui peresmian itu, total dapur MBG yang telah beroperasi di Kabupaten Nunukan mencapai 13 unit, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 27.931 orang.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Yayasan Astrada Garuda Jaya yang juga Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud, serta sejumlah unsur Forkopimda dan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Ibnu Saud menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan program pemenuhan gizi masyarakat.
“Program ini memiliki tujuan strategis, mulai dari meningkatkan kualitas gizi ibu hamil dan anak-anak, mendukung konsentrasi belajar siswa, hingga membangun sumber daya manusia yang sehat dan produktif,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa program MBG memberikan dampak ekonomi yang signifikan dengan melibatkan petani, nelayan, dan pelaku UMKM lokal. Oleh karena itu, penggunaan bahan pangan lokal menjadi prioritas utama.#03/prokopim









