NUNUKAN, marajanews.id – Kasus dugaan penyekapan dan kekerasan seksual yang menimpa seorang mahasiswi asal Kalimantan Utara di Kota Makassar terus menyita perhatian publik.
Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan situasi mencekam di sebuah perumahan mewah kawasan Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, pada Rabu (13/5), peristiwa itu memicu simpati masyarakat.
Hal ini juga menjadi perhatian Senator DPD/MPR RI, Larasati Moriska, dalam keterangannya, Larasati mendesak hadirnya perlindungan hukum serta pendampingan psikologi terhadap mahasiswi tersebut.
Menurutnya, korban membutuhkan rasa aman di tengah tekanan sosial yang muncul setelah video kejadian tersebar luas di ruang digital.
Larasati menilai, perhatian publik tidak cukup hanya pada keprihatinan, penanganan cepat dari pihak terkait dianggap penting agar korban memperoleh pendampingan menyeluruh, termasuk pemulihan mental pascakejadian.
“Yang paling penting sekarang keselamatan korban terlebih dahulu, pendampingan hukum dan psikologis harus segera diberikan agar korban merasa terlindungi,” ujar Larasati Moriska saat dimintai tanggapan terhadap peristiwa tersebut, Jumat (15/5/26).
Selain perlindungan terhadap korban, Larasati juga mengingatkan masyarakat agar tidak memperkeruh situasi dengan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, publik diminta lebih bijak menggunakan media sosial dan menjaga empati terhadap korban maupun keluarga yang sedang menghadapi tekanan emosional.
Peristiwa yang menimpa mahasiswi Kaltara tersebut juga dinilai menjadi alarm bagi lingkungan kampus dan masyarakat terkait pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan mahasiswa perantauan.
Larasati menyampaikan pesan kepada mahasiswa agar lebih waspada terhadap lingkungan pergaulan dan tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang mengancam keselamatan.
Dia berharap, proses penanganan kasus berjalan transparan sehingga korban memperoleh keadilan serta pemulihan menyeluruh.#m03











