Press "Enter" to skip to content

Bulog Siap Beli Gabah Rp6.500 per Kilogram, Bupati Syarwani Optimistis Petani Makin Sejahtera

BULUNGAN, marajanews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan melalui penerapan teknologi pertanian modern yang dibarengi dengan jaminan pasar bagi hasil panen petani.

Dalam Panen Raya dan Tanam Perdana Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Dusun Kenarai, Desa Mara Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Bupati Bulungan Syarwani menyampaikan bahwa Perum Bulog siap membeli gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram, hal ini merupakan dorongan bagi petani untuk meningkatkan produksi sekaligus memperbaiki kesejahteraan mereka.

Panen raya itu sekaligus menandai dimulainya musim tanam kedua dengan penerapan sistem PM-AAS, inovasi pertanian berbasis teknologi yang dikembangkan Kementerian Pertanian.

Desa Mara Hilir menjadi daerah pertama di Kalimantan Utara yang menerapkan sistem tersebut dengan target pengembangan lahan seluas 50 hektare.

Melalui mekanisasi pertanian dan teknik budidaya yang lebih modern, produktivitas padi ditargetkan meningkat hingga 10–11 ton gabah per hektare, jauh melampaui rata-rata hasil pertanian konvensional.

Bupati Syarwani bersama Wakil Bupati Kilat hadir langsung di lokasi kegiatan. Keduanya memilih menggunakan sepeda motor menuju areal persawahan untuk melihat secara langsung kondisi akses menuju sentra produksi pangan.

Di lokasi, mereka juga mengoperasikan Combine Harvester, mesin panen modern yang mampu memotong padi, merontokkan bulir, sekaligus membersihkan gabah dalam satu rangkaian kerja.

Pemanfaatan alat tersebut diharapkan mampu memangkas biaya produksi, mempercepat proses panen, serta mengurangi kehilangan hasil di tingkat petani.

Dalam sambutannya, Syarwani mengingatkan bahwa modernisasi pertanian tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif para petani.

Menurutnya, keberhasilan program pemerintah bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, Brigade Pangan, kelompok tani, dan masyarakat sebagai pelaku utama di lapangan.

Ia mengajak seluruh petani di Mara Hilir memanfaatkan program tersebut secara maksimal agar peningkatan produktivitas benar-benar dapat dirasakan bersama.

Selain menjamin pemasaran hasil panen, Bupati juga meminta percepatan penyelesaian infrastruktur irigasi yang hingga kini belum berfungsi optimal.

Ia menjelaskan jaringan pompa beserta saluran air sepanjang sekitar tiga kilometer telah tersedia, namun air belum mengalir ke areal persawahan.

Karena itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Brigade Pangan diminta segera menuntaskan persoalan tersebut agar seluruh lahan pertanian dapat dimanfaatkan secara maksimal dan mendukung peningkatan produksi pangan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap modernisasi pertanian, Pemkab Bulungan bersama Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kalimantan Utara menyerahkan sejumlah bantuan berupa Rice Transplanter kepada Brigade Pangan Britamah, mesin pompa air untuk Kelompok Tani Tanjung Harapan, serta pestisida bagi Kelompok Tani Harapan Makmur.

Kegiatan yang turut dihadiri Ketua DPRD Bulungan, unsur Forkopimda, perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, kelompok tani, serta perwakilan PT GAWI Plantation itu diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjadikan Bulungan sebagai salah satu lumbung pangan unggulan di Kalimantan Utara.#dkipbulungan.

Bagikan :
error: Hubungi Redaksi