Press "Enter" to skip to content

Komisi II DPRD Nunukan Temukan Kekurangan Alat Damkar, Minta Pemda Evaluasi

NUNUKAN, marajanews.id — Keterbatasan peralatan pemadam kebakaran (Damkar) Sektor Nunukan Selatan menjadi sorotan Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan. Kondisi itu terungkap saat legislator meninjau langsung kesiapan sarana operasional dan keselamatan petugas.

Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam, mengatakan sejumlah peralatan belum memadai untuk mendukung pemadaman, evakuasi korban, hingga penanganan kondisi darurat. Menurut dia, keterbatasan sarana dapat menghambat petugas saat menghadapi situasi berisiko tinggi.

“Keselamatan petugas dan masyarakat harus menjadi perhatian dalam setiap penanganan bencana. Karena itu, perlu pengadaan peralatan yang memadai,” kata Fajrul, Jumat (2/10/26).

Komisi II mencatat kebutuhan sejumlah alat, antara lain tandu, Self Contained Breathing Apparatus (SCBA), tiga unit chainsaw berukuran besar, selang pemadam 2,5 inci dan 1,5 inci berbahan rubber, serta mesin atau pompa portabel. Petugas juga membutuhkan perlengkapan pelindung saat menangani tawon, ular, maupun satwa berbahaya.

Fajrul meminta Pemkab Nunukan menginventarisasi seluruh peralatan Damkar. Data tersebut dapat menjadi dasar penyusunan prioritas pengadaan sesuai kebutuhan di lapangan. “Jangan sampai anggaran digunakan untuk kebutuhan yang kurang mendesak, sementara alat keselamatan petugas Damkar terabaikan,” ujarnya.

Komisi II DPRD Nunukan mendorong pemerintah daerah memperkuat sarana Damkar Sektor Nunukan Selatan. Kelengkapan peralatan akan mendukung petugas menjalankan pemadaman, penyelamatan, evakuasi, serta penanganan keadaan darurat dengan perlindungan kerja yang lebih baik.#m03/Adv

Bagikan :
error: Hubungi Redaksi