Press "Enter" to skip to content

Sarasehan Kebangsaan, Larasati Moriska Serap Aspirasi Masyarakat Kuatkan Tugas DPD/MPR RI

TANJUNG SELOR, marajanews.id – Anggota MPR RI Larasati Moriska menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan Sarasehan Kebangsaan di Balai Pertemuan Warga, Jalan Meranti RT 05/RW 05, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Jumat (6/11/26) Siang.

Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog untuk mendengar persoalan masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman warga mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara.

Senator DPD/MPR RI ini mengajak masyarakat memanfaatkan sarasehan untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta persoalan yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing.

Aspirasi tersebut dapat menjadi bahan masukan dalam menjalankan tugas MPR RI, khususnya berkaitan dengan kehidupan demokrasi, konstitusi, serta pengamalan nilai-nilai kebangsaan.

Menurutnya, pemahaman terhadap Pancasila perlu tumbuh melalui perilaku sehari-hari, masyarakat dapat menerapkannya dengan menghormati perbedaan, menjaga kerukunan, mengedepankan musyawarah, serta membangun hubungan sosial tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan.

“Nilai-nilai Pancasila jangan hanya kita pahami sebagai dasar negara, tetapi perlu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Persatuan bangsa tumbuh ketika masyarakat saling menghargai, menjaga kerukunan, dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah,” ujar Larasati.

Ia juga memaparkan kedudukan dan kewenangan MPR RI dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, MPR memiliki tugas dan wewenang mengubah serta menetapkan Undang-Undang Dasar 1945, melantik presiden dan wakil presiden, serta menjalankan kewenangan konstitusional lainnya.

Sarasehan Kebangsaan, Larasati Moriska Serap Aspirasi Masyarakat Kuatkan Tugas DPD/MPR RIPemahaman tersebut membantu masyarakat mengenali hubungan antara kehidupan bernegara dengan hak dan kewajiban warga negara.

Dalam pembahasan kebangsaan, Larasati mengaitkan kondisi geografis Kalimantan Utara sebagai wilayah perbatasan dengan Malaysia.

Karakteristik daerah perbatasan merupakan tantangan tersendiri dalam menjaga persatuan, memperkuat wawasan kebangsaan, serta memelihara rasa cinta tanah air di tengah keberagaman masyarakat.

Melalui sarasehan tersebut, Larasati Moriska menyerap berbagai aspirasi masyarakat terkait persoalan sosial dan pembangunan daerah, terutama infrastruktur, kesehatan, serta pendidikan di wilayah perbatasan.

Warga menyampaikan kondisi pelayanan publik dan keterbatasan fasilitas yang masih mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Larasati, pembangunan kawasan perbatasan memerlukan perhatian melalui pemerataan pelayanan dasa, karena  ketersediaan akses jalan, fasilitas kesehatan, tenaga medis, sarana pendidikan, serta pemerataan tenaga pengajar perlu mendapat perhatian agar masyarakat di wilayah perbatasan memperoleh pelayanan setara dengan daerah lain.

Ia menilai, penyampaian aspirasi secara langsung memberikan gambaran mengenai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Berbagai masukan tersebut dapat menjadi bahan komunikasi dan penyampaian aspirasi kepada lembaga negara sesuai kewenangan DPD/MPR RI, sekaligus memperkaya pembahasan mengenai arah pembangunan dan kehidupan kebangsaan di wilayah perbatasan.

Kegiatan tersebut ditutup dengan ajakan agar masyarakat terus menjaga persatuan, memahami konstitusi, serta mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari hari.

Larasati berharap komunikasi antara wakil rakyat dengan masyarakat terus terjalin sehingga aspirasi warga dapat tersampaikan sebagai bagian dari penguatan pelaksanaan tugas MPR RI.#m03

Bagikan :
error: Hubungi Redaksi