Press "Enter" to skip to content

Disdik Kaltara Cabang Nunukan PPDB 2025 Tertib dan Transparan

NUNUKAN, marajanews.id — Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara Wilayah Nunukan, Mahfuz, S.Ag memastikan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026 di Nunukan berjalan tertib, aman, dan transparan.

Ia menegaskan bahwa semua tahapan penerimaan siswa baru di tingkat SMA dan SMK telah mengacu pada petunjuk teknis dari Kementerian Pendidikan serta peraturan turunan dari Gubernur Kalimantan Utara.

Menurutnya, salah satu kendala yang kerap muncul setiap tahun adalah persoalan kartu keluarga (KK) dan domisili siswa, sejumlah orang tua siswa yang hendak memasukkan anak ke dalam KK kerabat dengan maksud memperbesar peluang diterima di sekolah favorit.

“Jika masa tinggal di KK belum genap satu tahun, sistem akan secara otomatis menolak karena tidak sesuai dengan syarat minimal waktu domisili,” jelas Mahfuz. Rabu (2/7/25).

Ia mencontohkan kasus dimana seorang anak dititipkan di KK kakek atau pamannya tahun lalu demi melanjutkan sekolah di wilayah tertentu, karena belum satu tahun berdomisili secara administratif, data siswa tertolak dalam sistem seleksi PPDB.

Mahfuz juga menyoroti pentingnya memahami jalur pendaftaran yang dibuka dalam PPDB, seperti jalur zonasi, afirmasi, prestasi, dan mutase, bahwa tiap jalur memiliki kuota dan ketentuan yang berbeda, serta harus didukung dokumen resmi.

“Untuk jalur prestasi, hanya 30 hingga 35 persen dari total kuota yang tersedia. Jika peserta tidak lolos melalui jalur ini, mereka masih bisa ikut seleksi melalui jalur domisili jika memenuhi kriteria nilai dan jarak,” ujarnya.

Ia menyebutkan, di SMA 1 Sebatik misalnya, ada sekitar 27 hingga 29 siswa tidak lolos seleksi karena kuota sudah penuh, terutama di jalur prestasi dan domisili. Sementara di SMA Sebatik Tengah, dari 145 pendaftar hanya satu orang yang tidak diterima.

Cabang Disdik Wilayah Nunukan juga menyampaikan bahwa siswa yang tidak diterima di sekolah negeri untuk mendaftar di sekolah swasta yang masih membuka penerimaan siswa baru, karna semua sekolah kini memiliki kualitas yang merata berkat pemerataan tenaga pendidik dan fasilitas.

“Kita ingin menghilangkan stigma sekolah favorit, semua sekolah punya potensi dan guru-guru yang berkualitas. Yang terpenting adalah bagaimana siswa belajar dengan sungguh-sungguh di mana pun mereka ditempatkan,” tegasnya.

Mahfuz juga menyoroti pentingnya kesadaran orang tua dalam memilih sekolah, karena masih banyak orang tua yang memaksakan anaknya masuk ke sekolah tertentu tanpa memperhatikan kemampuan akademik dan peluang diterima berdasarkan sistem seleksi.

“Tahun ini adalah momentum kita memperbaiki kesalahan tahun lalu. Semua regulasi sudah dievaluasi dan disesuaikan agar lebih adil dan efisien,” tambahnya.

Saat ini Proses PPDB SMA, hanya melayani daftar ulang bagi siswa yang lolos seleksi, tidak ada lagi pendaftaran susulan diluar jalur resmi.

“Semua sudah kita tutup, yang belum diterima, silakan mendaftar di sekolah swasta. Pemerintah daerah juga tetap melakukan pendampingan agar tidak ada siswa yang tertinggal atau putus sekolah,” pungkasnya.

Karena itu Mahfuz berharap seluruh masyarakat, terutama orang tua, bisa lebih memahami mekanisme dan mendukung kebijakan pendidikan yang merata dan berkualitas di Kalimantan Utara.#m01

Bagikan :
error: Hubungi Redaksi