NUNUKAN, marajanews.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan mencatat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nunukan pada Triwulan II Tahun 2026 capai 3,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year).
Selain perbandingan periode tahunan, ekonomi Nunukan juga tumbuh 1,66 persen jika dibandingkan dengan Triwulan I Tahun 2026 atau quarter to quarter (q-to-q).
Pertumbuhan tersebut tercatat dari pergerakan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat, mulai dari produksi, konsumsi hingga investasi, BPS mencatat nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Nunukan atas dasar harga berlaku mencapai Rp11,59 triliun.
Sementara PDRB berdasarkan harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp4,95 triliun. Angka tersebut menjadi gambaran nilai ekonomi yang dihasilkan Kabupaten Nunukan selama periode Triwulan II 2026 setelah memperhitungkan perubahan harga.
Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Iskandar menjelaskan, pertumbuhan ekonomi daerah dipengaruhi oleh peningkatan kinerja sejumlah lapangan usaha, sektor jasa perusahaan menjadi bidang usaha dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 24,78 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Nunukan pada Triwulan II 2026 didukung oleh peningkatan aktivitas beberapa sektor usaha, terutama jasa perusahaan, penyediaan akomodasi dan makan minum, serta real estat,” kata Kepala BPS Nunukan.
Selain jasa perusahaan, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum juga tumbuh 21,17 persen, disusul sektor real estat mencatat pertumbuhan 20,35 persen pada periode yang sama.
Meski sejumlah sektor jasa mengalami peningkatan, struktur ekonomi Nunukan masih bergantung pada sektor pertambangan dan penggalian. Sektor tersebut memberikan kontribusi sebesar 47,26 persen terhadap total PDRB Kabupaten Nunukan.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang terbesar berikutnya dengan kontribusi 21,04 persen dan menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi Nunukan.
BPS mencatat lima sektor terbesar, yakni pertambangan dan penggalian, pertanian kehutanan dan perikanan, konstruksi, industri pengolahan, serta perdagangan besar dan eceran, memberikan kontribusi sebesar 90,36 persen terhadap PDRB Nunukan.
Dari tinjauan pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Nunukan didukung oleh meningkatnya konsumsi pemerintah sebesar 18,11 persen. Selain itu, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 5,64 persen dan konsumsi rumah tangga meningkat 4,82 persen.
Peningkatan konsumsi pemerintah menggambarkan aktivitas belanja daerah yang ikut menggerakkan roda ekonomi. Sementara pertumbuhan investasi dan konsumsi rumah tangga menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan.
Pada tingkat regional, ekonomi Kalimantan Utara pada Triwulan II 2026 tumbuh 4,96 persen secara tahunan. Pertumbuhan ekonomi Nunukan berada 1,01 poin persentase di bawah angka pertumbuhan provinsi tersebut.
Meski pertumbuhannya belum melampaui angka provinsi, kontribusi ekonomi Nunukan terhadap Kalimantan Utara mencapai 27,05 persen. Capaian tersebut membuat Nunukan tetap menjadi daerah dengan peran besar dalam perekonomian provinsi.
BPS Kabupaten Nunukan menyebutkan data pertumbuhan ekonomi menjadi bahan penting dalam melihat kondisi ekonomi daerah. Data tersebut dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah.
Ke depan, penguatan sektor produktif, peningkatan investasi, serta pengembangan sektor jasa dan industri pengolahan menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Nunukan agar tidak hanya bergantung pada sektor sumber daya alam.#hmsbpsnnk/mo2










