Press "Enter" to skip to content

Salman Subakat : Peran Guru Membangun Karakter Tak Bisa Digantikan AI

JAKARTA, marajanews.id — Komisaris ParagonCorp Salman Subakat mengenang sosok guru yang membentuk kepercayaan dirinya sejak bangku SMA. Sebuah nilai 10 dari guru Fisika 30 tahun lalu masih melekat dalam ingatannya hingga kini.

Salman menceritakan kisah tersebut saat menghadiri Inspiring Educators 2026, rangkaian wisuda Wardah Inspiring Teacher (WIT) dan Inspiring Lecturer Program (ILP) yang digelar ParagonCorp di Jakarta Concert Hall, Minggu (27/9/26).

Guru Fisika Salman, Yani Bayani, memberikan nilai 10 di rapornya. Saat itu, guru tersebut jarang memberikan nilai setinggi itu karena khawatir murid merasa cepat puas atau menjadi sombong.

Bagi Salman, nilai tersebut bukan sekadar angka. Kepercayaan gurunya membuat dia berani membantu teman belajar, mengikuti lomba atas nama sekolah, hingga mendaftar ke Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Yang berkesan itu bukan karena angkanya. Tapi karena di balik angka itu ada sebuah pesan: saya percaya kamu bisa,” kata Salman.

Salman mengatakan kepercayaan tersebut masih dia bawa setelah tiga dekade. Menurut dia, pengalaman itu menunjukkan pengaruh guru tidak berhenti ketika seorang murid meninggalkan ruang kelas.

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) juga tidak menghapus peran tersebut. AI dapat membantu murid memperoleh pengetahuan, tetapi pendidik tetap berperan dalam membentuk cara berpikir, karakter, keberanian, dan daya juang.

“AI bisa membantu murid mendapatkan knowledge. Tetapi pendidik membantu murid membangun cara berpikir, karakter, keberanian, dan daya juang,” ujar Salman.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti sebelumnya menyampaikan tiga kunci pendidikan dalam acara yang sama. Guru perlu mencintai murid dan ilmu, mengajar dengan memberi inspirasi, serta memuliakan murid selama proses pembelajaran.

Mu’ti menilai pendidikan membutuhkan proses panjang dan konsisten. Ia mengibaratkan pembentukan pendidikan seperti Tembok Besar Cina yang tersusun dari batu demi batu. Tahun ini, WIT meluluskan 5.000 guru dan ILP meluluskan 1.000 dosen. Sejak 2017, kedua program tersebut telah menjangkau lebih dari 43.000 pendidik di 38 provinsi.#corcomparagoncorp/m02

Bagikan :
error: Hubungi Redaksi