Press "Enter" to skip to content

Paripurna Istimewa HUT 27 Tahun Nunukan, H. Irwan Sabri Paparkan Lima Misi dan 17 Arah Baru Pembangunan

NUNUKAN, marajanews.id– Bupati Nunukan H. Irwan Sabri memaparkan lima misi dan 17 arah baru pembangunan daerah dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Nunukan memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Nunukan, Senin (12/10/26).

Agenda tersebut menjadi refleksi perjalanan Pembangunan Kabupaten Nunukan sekaligus menjabarkan arah dan peningkatan pembangunan daerah di tengah keterbatasan fiskal.

Rapat paripurna Masa Sidang I Tahun Sidang 2026–2027 itu berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Nunukan.

Ketua DPRD Hj. Rahma Leppa, Wakil Bupati Hermanus, anggota DPRD Kabupaten Nunukan dan Provinsi Kalimantan Utara, serta jajaran Forkopimda menghadiri kegiatan tersebut bersama pimpinan perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan insan pers.

Dalam kesempatan itu, H. Irwan Sabri, SE menguraikan perkembangan Kabupaten Nunukan sejak terbentuk pada 1999. Pada awal berdiri, Nunukan memiliki lima kecamatan.

Kini, wilayah tersebut berkembang menjadi 21 kecamatan dengan jumlah penduduk mencapai 235.283 jiwa pada 2025, meningkat dari sekitar 107.000 jiwa pada 1999.

Pertumbuhan wilayah dan penduduk tersebut membawa konsekuensi terhadap pelayanan publik, pemerintah daerah perlu memperluas jangkauan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta layanan administrasi agar masyarakat di seluruh kecamatan memperoleh akses yang lebih merata.

Bupati Nunukan menjelaskan, pemerintah daerah menyusun lima misi bersama Wakil Bupati Hermanus. Misi tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal, perbaikan tata kelola pemerintahan, percepatan infrastruktur dasar, serta pelestarian budaya dan kearifan lokal.

Pemerintah kemudian menerjemahkan visi dan misi tersebut ke dalam 17 arah baru Pembangunan, yang pelaksanaannya membutuhkan perencanaan terukur serta koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, terutama untuk mempercepat pembangunan di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah.

Meski demikian Pemkab Nunukan mengakui, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan masih memerlukan perhatian berkelanjutan.

Pemerintah daerah perlu mengarahkan program dan anggaran sesuai kebutuhan masyarakat agar manfaat pembangunan menjangkau wilayah perbatasan secara lebih merata.

Ia juga mengajak DPRD, instansi vertikal, dunia usaha, dan masyarakat mengawal pelaksanaan program pemerintah. Pengawasan bersama diperlukan agar penggunaan anggaran tepat sasaran dan memberi manfaat bagi warga.

Dikesempatan yang sama, Ketua DPRD Nunukan Hj. Rahma Leppa mengajak masyarakat menjadikan peringatan hari jadi sebagai bahan evaluasi atas perjalanan pembangunan daerah.

Ia menilai pemerataan pembangunan, konektivitas antarwilayah, pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, dan perlindungan lingkungan perlu terus mendapat perhatian.

Politisi Partai Hanura ini juga menggarisbawahi perlunya kerja bersama antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjawab tantangan pembangunan. Ia mengajak seluruh pihak menjaga persatuan dan menghargai jasa para pendahulu yang telah membangun Kabupaten Nunukan.

Dalam pidatonya, Irwan Sabri turut menyampaikan penghargaan kepada para pendiri, mantan kepala daerah, dan seluruh pihak yang berkontribusi bagi perkembangan Nunukan.

Ia mengajak masyarakat menjaga kerukunan tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang, sekaligus meneruskan pembangunan dengan semangat gotong royong.

Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Nunukan pun menjadi kesempatan untuk mengukur capaian pembangunan dan memperbaiki kekurangan.

Pemerintah daerah bersama DPRD perlu memastikan lima misi dan 17 arah baru pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga demi mewujudkan Nunukan yang inovatif, sejahtera, adil, dan mandiri.#Adv

 

Bagikan :
error: Hubungi Redaksi