Press "Enter" to skip to content

Gubernur Kaltara Resmikan LATAD Nunukan

NUNUKANGubernur Kalimantan Utara, Dr.H. Irianto Lambrie resmikan organisasi masyarakat Lembaga Adat Tidung dan Adat Dayak  (LATAD) di Stadiun Binusan Kabupaten Nunukan, Senin (09/03). Melalui acara Pengukuhan/ Pentabalan Ketua dan Pengurus Lembaga Adat Tidung dan Adat Dayak Kabupaten Nunukan.

Hadir dalam kegiatan ini, Ketua-ketua Lembaga Adat  Se Kalimantan Utara, baik Tarakan, Bulungan, Malinau, Tanah Tidung maupun lembaga adat di Kabupaten Nunukan, untuk mengikuti khidmatnya agenda pengukuhan/Pentabalan tersebut.

Foto Bersama, Ketua Dan Pengurus Lembaga Adat Tidung dan Adat Dayak dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Dalam Sambutannya, Irianto Lambrie mengatakan, bahwa masyarakat adat tidung dan adat dayak memiliki sejarah yang panjang di Kalimantan dan berakar kuat di wilayah Kalimantan Utara, karena itu penting melestarikan nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang di wariskan oleh pendahulu dan leluhur suku Tidung di Bumi Kalimantan Utara.

Dirawa itu ada buaya, tampak tenang tersipu malu, bersama sama mari kita junjung budaya agar tidak luntur oleh waktu. Jalan-jalan melihat perkembangan sampai tak sadar ada ulat, jaman modern membawa perubahan junjung tinggi pusaka adat.” Kata Gubernur Kaltara, menyampaikan Pantun pembuka sambutan di acara tersebut.

Foto Pengukuhan Ketua dan Pengurus Lembaga Adat Tidung dan Adat Dayak oleh Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie

Irianto Lambrie juga mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Utara agar senantiasa membangun hubungan harmonis sebagai bangsa Indonesia dalam upaya percepatan pembangunan di Kalimantan Utara yang merupakan provinsi ke 34 di Indonesia.

“ Kita ditakdirkan lahir dan tinggal bermukim diwilayah kalimantan bagian utara, persaudaraan  adat istiadat ini dan kesamaan budaya hendaknya memperkuat tidak saja hubungan emosional dan kekeluargaan kita, tetapi hubungan untuk terus melakukan upaya percepatan pembangunan di Kalimantan Utara.”

Menurutnya masyarakat Kalimantan Utara harus bersatu untuk Indonesia demi Kaltara Maju dan Sejahtera, karena itu meski, menghadapi masalah dan tantangan yang semakin kompleks, masyarakat Kaltara harus tegar, cerdas dan tidak mudah terprovokasi dan diadu domba.

“ Kaltara memiliki berbagai etnik baik yang asli maupun yang datang. Tapi kita sudah membuktikan bahwa masyarakat kaltara adalah masyarakat yang tangguh, masyarakat yang terus membangun persaudaraan atas dasar persatuan Indonesia.” kata Irianto Lambrie, menutup sambutannya.

Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Irianto Lambrie menerima Penganugrahan Pangeran Agung dari Lembaga Adat Tidung dan Adat Dayak.

Melalui Acara ini, Guebrnur Kalimantan Utara juga menerima Pentabalan Lembaga Masyarakat adat Tidung dan adat Dayak sebagai Pangeran Agung, yang prosesinya dilakukan Langsung Ketua Lembaga adat Tidung, Abdul Razak dan disaksikan tamu dan undangan yang hadir pada kegiatan tersebut, diantaranya, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Ketua dan Anggota DPRD Nunukan, Wakil Bupati Nunukan, Sekretaris Daerah dan SKPD Kaltara dan Kabupaten Nunukan.

Sekira 1500 undangan hadir di acara pengukuhan ini, menjadi saksi dari eksistensi Lembaga Masyarakat Adat Tidung dan Adat Dayak di Kabupaten Nunukan yang terbilang penduduk asli di Kalimantan Utara.

Karena itu, besar harapan Lembaga Adat tersebut, agar pemerintah Provinsi Kaltara dan Kabupaten Nunukan, untuk terus melestarikan kekayaan adat dan nilai budaya masyarakat adat tersebut, sehingga nantinya tidak menjadi kenangan, namun menjadi aset Pemerintah sebagai objek dan destinasi wisata di Kalimantan Utara.

“ Ornamen, ukiran dan kerajinan tangan  serta rumah adat menjadi bukti ciri khas keberadaan suku tidung dan dayak, kami mengharapkan pemerintah Kabupaten Nunukan dan DPRD Nunukan dapat meningkatkan bantuan dan perhatian kepada kami sehingga kelak nilai kebudayaan kami dapat menjadi nilai pariwisata daerah.” kata Arbain, saat menyampaikan sejarah singkat suku adat Tidung dan Dayak di Kabupaten Nunukan.

Eksistensi Etnis Tidung dan Dayak  telah mewarnai Kabupaten Nunukan khususnya di Bidang Adat dan Budaya, karena itu lanjut Arbain meminta kepada Pemerintah Daerah agar kebudayaan etnis tersebut dilestarikan seperti yang diprogramkan pemerintah DKI Jakarta beserta masyarakat pendatang di Jakarta yakni melestarikan budaya Betawi.

“ Kami menerima suku dan kebudayaan dari luar untuk menetap dan tinggal di Kabupaten Nunukan, namun janganlah kiranya kedatangan saudara-saudara ini menjadi kegiatan budaya asli daerah kami tergusur sehingga adat  istiadat dan kebudayaan kami pada akhirnya tergusur, tertinggal dan terlupakan, kami berhadap agar budaya dan adat tidung dan dayak dijadikan icon Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Nunukan.” kata Arbain.#Fik

Bagikan :

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Top Update :
error: Hubungi Redaksi
Pariwara Prokes