Press "Enter" to skip to content

APDESI Nunukan Tingkatkan Kapasitas Pemerintahan Desa.

NUNUKAN – Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Nunukan menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas Pemerintahan Desa, Kamis (8/4) di lantai 3 Emerald Ballroom Laura Hotel Nunukan.

Ketua APDESI Nunukan, H. Firman mengatakan, kegiatan tersebut berlangsung selama 2 hari, mulai hari ini hingga besok 9 April 2021, diikuti 40 Peserta dari setiap perangkat desa.

Ketua APDESI Nunukan
Ketua APDESI Kabupaten Nunukan, H. Firman.

” Kepesertaan kita batasi mengingat disiplin protokol kesehatan Covid 19, namun apabila memungkinkan bulan depan atau tahun berikutnya kegiatan ini kembali kita buka,” kata H.Firman.

Sekira 232 Desa di Kabupaten Nunukan wajib mengikuti kegiatan tersebut, peserta akan dibekali pengetahuan terkait Sistem Informasi Desa (SID) dan Sustainable Development Goals (SDGs) yakni Pemutakhiran data IDM yang memberikan informasi dan pendalaman data ditingkat RT, Keluarga dan Warga.

<span;>Sasaran SDGs ini adalah mewujudkan pedesaan kearah yang lebih baik menuju  peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat, terutama soal infrastruktur desa dan pembangunan yang berkelanjutan.

Sementara itu,Sistem Informasi Desa (SID) kata Kades Balansiku Kecamatan Sebatik ini, adalah Aplikasi berbasis teknologi Informasi komunikasi yang nantinya mendukung pengelolaan sumber daya ditingkat desa seperti penginputan data kependudukan dan akses informasi pedesaan.

Workshop SID Nunukan
Worshop SID dan SDGs Yang digelar APDESI Nunukan, di emeral ballroom Laura Hotel Nunukan.

” Aplikasi ini nantinya diharapkan memberikan pelayanan optimal bagi penduduk desa misalnya penginputan data jumlah penduduk, data RT, RW begitu juga dengan informasi tingkat kemiskinan dipedesaan, sehingga memudahkan pemerintahan desa mengakses dan melakukan pencairan data kependudukan di desa setempat,” Lanjutnya.

Pelatihan ini merupakan instruksi Kementrian Desa dalam menyosong Prioritas Penggunaan Dana Desa pada Tahun Anggaran 2021 yang dimediasi oleh APDESI Nunukan.

Karena itu H. Firman berharap agar Pemerintah Kabupaten Nunukan mengkoordinasikan hal ini ke setiap kepala Kecamatan di Kabupaten Nunukan untuk segera memverifikasi desa baik terkait Anggaran Pendanaan Desa.

” Kita berharap agar kegiatan ini bisa menggunakan dana desa, beberapa bulan lalu sempat satgas menolak penggunaannya namun untuk SID dan SDGs ini memang sudah menjadi instruksi kementrian pedesaan, mudah mudahan dalam hal ini Bupati dan BPMD terkait menyampaikan ke setiap camat sebagai pelimpahan wewenang agar workshop ini dianggarkan melalui dana desa.” kata H. Firman. #Mal.

Bagikan :
Top Update :
error: Hubungi Redaksi
Pariwara Prokes