TARAKAN, marajanews.id – Ketersediaan BBM di Nunukan kembali menjadi perhatian, anggota DPRD Kaltara, Rismanto, meminta PT Pertamina (Persero) tidak membedakan distribusi BBM antara daerah di Kaltara, karena ini menjadi urat nadi penggerak ekonomi masyarakat yang hidup di wilayah perbatasan.
Rismanto menegaskan, masyarakat Nunukan sangat bergantung pada lancarnya distribusi BBM, baik jenis subsidi maupun nonsubsidi.
Karena Aktivitas nelayan, pelaku usaha kecil, hingga transportasi darat dan laut berputar seiring ketersediaan bahan bakar, demikina pula sebaliknya jika tersendat, perputaran ekonomi langsung melambat dan berdampak pada pendapatan warga.
“Pertamina ini nyawa roda penggerak ekonomi, BBM sangat dibutuhkann, sepuluh kali pengiriman bisa dikatakan berhasil berhasil, tapi kalau satu kali saja terlambat, masyarakat langsung teriak karena semua aktivitas terhenti,” ujar Rismanto dikonfirmasi usai pertemuan dengan PT. Pertamina Tarakan.
Politisi Partai Nasdem ini, menilai persoalan kuota dan jadwal pengiriman perlu mendapat perhatian lebih serius, mengingat letak geografis Nunukan yang berbatasan langsung dengan Malaysia menuntut distribusi energi berjalan konsisten.
Keterlambatan kapal pengangkut atau tersendatnya proses pemesanan sering memicu antrean panjang di SPBU dan keresahan warga.
Rismanto mengingatkan, denyut perdagangan lintas batas turut bergantung pada stabilitas pasokan BBM, begitu stok menipis, harga kebutuhan pokok ikut inflasi akibat biaya distribusi meningkat, kondisi demikian kata Risman, memperberat beban masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan, perdagangan, dan jasa transportasi.
“Kami di Nunukan jangan sampai diperlakukan berbeda, tolong soal kuota dan keterlambatan order atau pengiriman lebih diperhatikan. Masyarakat di perbatasan juga berhak mendapat pelayanan setara,” katanya.
Hingga kini, masyarakat berharap manajemen PT Pertamina (Persero) Tarakan memperbaiki pola distribusi agar kelangkaan tidak berulang. Pemerintah daerah pun terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna menjaga stabilitas pasokan.
Di daerah perbatasan Nunukan, BBM bukan sekadar komoditas, melainkan penggerak utama kehidupan sehari-hari.#Adv







