JAKARTA, marajanews.id — Peran guru tidak berhenti di depan kelas. Bagi Group CEO ParagonCorp Harman Subakat, guru juga membentuk cara berpikir, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta membantu seseorang menemukan peluang berkembang.
Pandangan tersebut disampaikan Harman saat tampil dalam diskusi Endgame Townhall 2026 bersama Gita Wirjawan dan Hendra Kwee di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (22/9/226).
Diskusi itu mengangkat pembahasan tentang pendidikan, kepemimpinan, pengembangan manusia, serta masa depan Indonesia.
Harman mengatakan pengalaman bertemu guru yang menginspirasi sejak kecil turut membentuk pandangannya tentang kepemimpinan.
Menurut dia, seorang pemimpin juga memiliki peran seperti guru karena harus membantu orang lain tumbuh dan menemukan kemampuan terbaiknya.
“Ketika kita kecil, kita selalu bertemu sosok-sosok guru. Kita ingat guru yang inspiratif, ceritanya, dan motivasinya. Saya merasa kehidupan founder itu sejatinya juga kehidupan seorang guru,” ujar Harman.
Pandangan serupa disampaikan Gita Wirjawan. Dia menyebut kemajuan bangsa berkaitan erat dengan penghargaan terhadap profesi guru. “Mustahil kita mencapai masa depan yang gemilang tanpa memuliakan profesi guru,” kata Gita.
ParagonCorp menerjemahkan gagasan tersebut melalui Wardah Inspiring Teacher yang telah berjalan selama delapan tahun.
Program itu memberi kesempatan kepada guru mengikuti pembelajaran, berbagi pengalaman, serta memperoleh pendampingan melalui coaching. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 25.000 guru di berbagai daerah Indonesia.
Harman juga mengaitkan budaya belajar dengan pengembangan organisasi melalui Paragon University dan riset perusahaan.
Menurut dia, proses belajar tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan pendidikan formal.
“Ibu tidak pernah mengajari saya omzetnya berapa. Beliau selalu bertanya ‘why’,” ungkap Harman.
Baginya, kebiasaan bertanya, menguji gagasan, dan menghasilkan pengetahuan baru menjadi bagian dari proses membangun manusia yang terus berkembang.#corcomparogoncorp






