Press "Enter" to skip to content

Wakil Ketua DPRD Nunukan : PMI Harus Cakap Digital dan Siap Hadapi Dunia Kerja

NUNUKAN, marajanews.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nunukan, Arpiah, ST menegaskan Pekerja Migran Indonesia (PMI) membutuhkan kemampuan digital agar siap bersaing dan beradaptasi dalam dunia kerja.

Hal ini sampaikanmya dikonfirmasi usai menghadiri Sosialisasi dan Edukasi Keuangan serta Pelatihan Konten Kreator yang dilaksanakan Selasa, (3/6/25), di ruang serbaguna Lt V Kantor Bupati Nunukan.

Kegiatan yang melibatkan puluhan PMI dan purna migran itu bertujuan membekali peserta dengan keterampilan digital, khususnya dalam pembuatan konten media sosial yang menarik dan bermanfaat.

Wakil Ketua DPRD menyebut bahwa dunia kerja saat ini menuntut tenaga kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Kegiatan yang melibatkan puluhan PMI dan purna migran itu bertujuan membekali peserta dengan keterampilan digital
Kegiatan yang melibatkan puluhan PMI dan purna migran itu bertujuan membekali peserta dengan keterampilan digital

“PMI tidak hanya dituntut kuat secara fisik, tetapi juga harus cakap secara digital. Ini penting agar mereka dapat bersaing dan membuka peluang baru, baik saat bekerja maupun setelah kembali ke tanah air,” ungkapnya.

Selain pelatihan konten kreator, kegiatan ini juga menyuguhkan materi edukasi keuangan digital, termasuk pengenalan fitur QRIS Cross Border.

Inovasi sistem pembayaran digital ini memungkinkan PMI melakukan transaksi di luar negeri secara mudah dan aman.

Narasumber dari lembaga keuangan yang hadir saat itu menjelaskan bahwa QRIS Cross Border saat ini dapat digunakan di negara-negara mitra seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura. PMI hanya perlu memindai kode QR saat bertransaksi di merchant yang telah bekerja sama.

“PMI yang bekerja di luar negeri kini punya alternatif transaksi yang lebih efisien. Tidak perlu lagi repot membawa uang tunai dalam jumlah besar,” jelas narasumber dari lembaga keuangan nasional itu.

Wakil Ketua DPRD Nunukan, Forkopimda Nunukan dan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
Wakil Ketua DPRD Nunukan, Forkopimda Nunukan dan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Pelatihan ini juga menjadi upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan literasi digital dan inklusi keuangan di kalangan pekerja migran.

Dengan keterampilan konten digital, PMI diharapkan bisa menghasilkan pendapatan tambahan lewat platform media sosial.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari para peserta, mereka aktif mengikuti sesi pelatihan, termasuk praktik langsung pembuatan konten dan penggunaan aplikasi pembayaran digital.

Dikesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD juga mendorong agar pelatihan semacam ini dilaksanakan secara berkelanjutan.

Ia berharap PMI di Nunukan bisa menjadi pelopor ekonomi kreatif dan turut membangun citra positif pekerja migran Indonesia di luar negeri.

Keterampilan digital dan pemahaman keuangan yang baik, PMI tidak hanya siap menghadapi tantangan global, namun juga mampu mandiri secara ekonomi ketika kembali ke daerah asal.#Adv

Bagikan :
error: Hubungi Redaksi