Press "Enter" to skip to content

Polda Kaltara Kerahkan 35 Personel Padamkan Kebakaran Lahan Dua Hektare di Tanjung Selor

TANJUNG SELOR, marajanews.id–Polda Kaltara mengerahkan 35 personel gabungan untuk memadamkan kebakaran lahan perkebunan seluas sekitar dua hektare di kawasan Jalan Ahmad Yani, poros Bulungan–Berau Kilometer 5, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Rabu (5/8/26).

Respons cepat dilakukan guna mencegah kobaran api meluas ke kawasan hutan yang berada di sekitar lokasi. Personel dari Direktorat Samapta dan Satuan Brimob Polda Kaltara bergerak sesaat setelah menerima laporan, sekaligus melakukan pemetaan titik api agar penanganan dapat berlangsung lebih cepat dan terarah.

Operasi pemadaman melibatkan berbagai peralatan pendukung, mulai dari armada penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, mobil Armoured Water Cannon (AWC), kendaraan operasional, hingga sepeda motor yang digunakan menjangkau area dengan akses terbatas.

Di lapangan, petugas memanfaatkan mesin pompa dan selang bertekanan tinggi yang terhubung dengan suplai air dari kendaraan AWC untuk mempercepat proses pemadaman. Langkah tersebut menjadi strategi utama dalam menahan laju api agar tidak menjalar ke vegetasi kering dan kawasan hutan di sekitarnya.

Upaya pemadaman menghadapi tantangan cukup berat. Lokasi kebakaran berada sekitar 100 meter dari titik yang dapat dilalui kendaraan sehingga personel harus membawa peralatan secara manual menuju pusat kobaran api.

Keterbatasan sumber air, karakteristik lahan gambut yang mudah menyimpan bara di bawah permukaan, serta embusan angin kencang menjadi faktor yang memperbesar risiko kebakaran meluas. Kondisi itu menuntut personel bekerja secara bergantian untuk memastikan setiap titik api benar-benar dapat dijangkau.

Direktur Samapta Polda Kalimantan Utara mengatakan, seluruh personel mengutamakan penghentian penyebaran api sebelum melakukan proses pendinginan secara menyeluruh.

Menurut dia, pendinginan menjadi tahapan penting karena bara yang tersimpan di lapisan gambut berpotensi kembali memicu kebakaran apabila tidak ditangani hingga tuntas.

“Personel bergerak cepat dan memastikan api padam hingga ke lapisan bawah tanah. Pendinginan dilakukan secara menyeluruh agar api tidak kembali menyala dan tidak meluas ke kawasan hutan di sekitarnya,” ujarnya.

Setelah beberapa jam berjibaku di lapangan, seluruh titik api berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa. Penanganan selanjutnya dikoordinasikan dengan piket Samapta Polresta Bulungan untuk melakukan pemantauan lanjutan di lokasi.

Aparat kepolisian juga akan menyelidiki penyebab kebakaran guna mengetahui sumber awal munculnya api sekaligus mengantisipasi kejadian serupa, terutama pada musim kemarau ketika risiko kebakaran hutan dan lahan cenderung meningkat.#hmspldkltr

Bagikan :
error: Hubungi Redaksi