Press "Enter" to skip to content

Belajar Mengembangkan Gerakan Literasi, TBM Tubus Bagu Sambangi Patok 2 Sebatik

NUNUKAN, marajanews.id – Pengelolaan taman bacaan masyarakat tidak hganya mengandalkan koleksi buku. Kreativitas program, keterlibatan warga, serta konsistensi kegiatan turut menentukan keberhasilan gerakan literasi.

Hal ini di komparasikan rombongan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Tubus Bagu Kabupaten Tana Tidung saat mengunjungi TBM Patok 2 Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan.

Kunjungan studi itu menjadi ajang pertukaran pengalaman mengenai pengembangan taman bacaan berbasis kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak. TBM Tubus Bagu KTT mempelajari cara TBM Patok 2 mengemas kegiatan membaca menjadi beragam aktivitas pendidikan, kesenian, keterampilan, dan pemberdayaan masyarakat.

Rombongan terdiri atas pengelola dan peserta TBM Tubus Bagu, Kepala Desa Sepalang Dalung, Camat Sebatik Tengah, perwakilan PKK desa, serta penggiat TBM Patok 2. Kegiatan diawali dengan penyambutan, perkenalan, silaturahmi, kemudian dilanjutkan diskusi mengenai pengalaman masing-masing dalam mengelola taman bacaan.

TBM Patok 2 dipilih karena pengelolanya telah mengembangkan beragam kegiatan yang melampaui aktivitas membaca. Taman bacaan tersebut mengintegrasikan pendidikan, kreativitas, kesenian, dan pelatihan keterampilan sebagai pendekatan menarik minat anak-anak serta masyarakat.

Belajar Mengembangkan Gerakan Literasi, TBM Tubus Bagu Sambangi Patok 2 Sebatik
Suasana kebersamaan rombongan TBM Tubus Bagu dan pengelola TBM Patok 2 Aji Kuning saat mengikuti kunjungan studi di ruang kegiatan taman bacaan. Rombongan mempelajari berbagai program pendidikan, kreativitas, dan keterampilan yang dikembangkan TBM Patok 2 guna meningkatkan minat baca anak-anak dan masyarakat.

TBM Patok 2 Kembangkan Literasi Melalui Beragam Kegiatan

Dalam sesi berbagi pengalaman, pengelola TBM Patok 2 memperkenalkan sejumlah program unggulan. Kegiatan tersebut mencakup literasi finansial dan edukasi CBP Rupiah, pendidikan perubahan iklim, kepedulian lingkungan, membaca nyaring, serta kegiatan mengulas buku.

Program lainnya meliputi kelas musik dan tari, pelatihan keterampilan masyarakat, kelas paket pendidikan, Sekolah Enuna, senam bersama, serta berbagai aktivitas literasi kreatif. Keberagaman kegiatan tersebut memberikan pilihan belajar bagi anak-anak dan masyarakat sesuai minat serta kebutuhan mereka.

Pengelola TBM Patok 2 menjelaskan, keberhasilan taman bacaan tidak hanya bergantung pada jumlah buku dan kelengkapan fasilitas. Partisipasi masyarakat, keberlanjutan kegiatan, serta manfaat program bagi warga turut menjadi ukuran keberhasilan pengelolaan taman bacaan.

“Keberhasilan sebuah TBM bukan hanya diukur dari jumlah koleksi buku atau fasilitas yang dimiliki, tetapi juga dari seberapa besar manfaat, perubahan, dan dampak positif yang diberikan kepada masyarakat,” ungkap pengelola TBM Patok 2 dalam sesi berbagi pengalaman.

Belajar Mengembangkan Gerakan Literasi, TBM Tubus Bagu Sambangi Patok 2 Sebatik
Rombongan Study Tour TBM Tubus Bagu Kabupaten Tana Tidung berfoto bersama pengelola TBM Patok 2 Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan. Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman dan mempelajari pengembangan program literasi berbasis masyarakat.

Praktik Literasi Perbatasan Jadi Inspirasi

Selain mengembangkan kegiatan secara langsung, TBM Patok 2 memanfaatkan media sosial sebagai sarana publikasi. Pengelola menggunakan platform digital tersebut guna memperkenalkan program, mendokumentasikan aktivitas, serta menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Bagi rombongan TBM Tubus Bagu, praktik pengelolaan tersebut memberikan referensi mengenai cara membangun taman bacaan yang diminati anak-anak dan masyarakat. Konsistensi kegiatan, keberagaman program, serta keterlibatan warga menjadi pengalaman yang dapat diterapkan sesuai karakteristik lingkungan masing-masing.

Kunjungan tersebut juga diharapkan membuka hubungan berkelanjutan antara kedua taman bacaan melalui pertukaran pengetahuan dan pengembangan program literasi. Kedua TBM ingin memperluas akses belajar, menumbuhkan kegemaran membaca, serta memperkuat pendidikan masyarakat, khususnya di kawasan perbatasan.#m04/Enwty

Bagikan :
error: Hubungi Redaksi