Press "Enter" to skip to content

BNNK Nunukan Karantina 77 PMI Mantan Pengguna Narkoba

NUNUKAN – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Nunukan mengkarantina sebanyak 77 Deportan mantan pengguna Narkotika, rabu (01/07) dirusunawa Nunukan, tujuannya selain  membina, BBNK Nunukan juga mendata Pekerja Migran Indonesia tersebut.

Para deportan diberikan Pengarahan terkait bahaya narkoba terhadap kesehatan dan kehidupan, mereka diminta untuk tidak terjerumus kembali dan tidak lagi menyalahgunakan narkotika, namun  membuka lembaran kehidupan baru menjadi pribadi yang lebih baik.

BNNK Nunukan meberikan pengarahan terkait Bahaya Narkoba kepada Pekerja Migran Indonesia yang dideportasi Malaysia

Setelah itu, sedikitnya 7 PMI warga Nunukan dipisahkan dan juga ikut terdata. Melalui pendataan itu BNNK Nunukan mendapatkan kesimpulan bahwa, 85,72 persen dari mereka mengaku mengetahui bahwa narkotika adalah barang terlarang, 100 persen mengaku menyalahgunakan narkotika jenis sabu atau di Malaysia biasa disebut Batu.

Diajak oleh teman kerja menyalahgunakan Narkoba sebesar 57,15 persen selebihnya karena mencoba sendiri, 100 persen dari mereka mengaku jika alasan menyalahgunakan narkotika adalah untuk bekerja, dan 100 persen dari mereka mengaku sudah berhenti menyalahgunakan narkotika semenjak tertangkap oleh petugas.

Menanggapi data tersebut, Kepala BNNK Nunukan Kompol La Muati SH MH berpesan bahwa persepsi yang berkembang di masyarakat bahwa Narkotika untuk kuat bekerja adalah persepsi yang sangat keliru, justru tubuh akan rusak karena telah dipaksa beraktivitas diluar kemampuannya.

“ Dan jangan mudah terpengaruh oleh teman, khususnya teman sesama pekerja jika diajak menyalahgunakan Narkotika.” Kata La Muati.

Sebelum dipulangkan ke alamat asal oleh petugas BP2MI, mereka semua telah berjanji untuk tidak menyalahgunakan narkotika dan akan berperilaku baik setibanya kembali di kampung halaman.

Kedatangan 77 Deportan ini bersamaan dengan deportan lainnya sebanyak 408 orang yang tiba di Nunukan, pada selasa (30/06). Sebelum mereka dikarantina para deportan wajib memeriksakan kesehatan suhu tubuh dan pengembilan smple rapid test, dan mereka dinyatakan negatif.#Fik/Humas BNNK     

Bagikan :
Top Update :
error: Hubungi Redaksi
Pariwara Prokes