Press "Enter" to skip to content

Bawaslu Nunukan Ajak Awak Media Awasi Pilkada Serentak 2020.

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan mengajak media massa mengawasi pelaksanaan Pilkada Serentak hingga pada hari pemungutan suara di sejumlah TPS di Kabupaten Nunukan 9 Desember 2020.

Hal ini disampaikan Ketua Bawaslu Nunukan, Muhammad Yusran, SE, Jumat (4/12) malam melalui agenda media gathering persiapan pemungutan dan perhitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati Nunukan Tahun 2020 di sekretariat Bawaslu Nunukan.

Yusran mengatakan, banyak hal yang perlu diawasi bersama baik Bawaslu maupun awak media, terutama pendistribusian logistik Pilkada dan Pemungutan, Perhitungan surat Suara.

” Ini sangat penting, karna jangan sampai ada permasalahan terulang lagi mengakibatkan terjadinya pemungutan suara ulang di sejumlah TPS, ini bisa dikatakan rapor merah bagi penyelenggara baik KPUD  maupun Bawaslu  yang seharusnya mendahulukan pencegahan, makanya kita maksimalkan ini melihat pengalaman pada 2019 lalu.” kata Yusran.

Meski seluruh tahapan pilkada hingga pendistribusian logistik lancar, kata Yusran, namun jika perhitungan surat suara bermasalah, maka bisa dikatakan Pilkada 2020 gagal dalam pelaksanaannya, karena menurutnya puncak pesta demokrasi pada tahun ini terletak pada saat perhitungan surat suara termasuk pemutakhiran data serta teknis distribusi dan tersedianya kertas suara.

” Kalau tahapan pemutahiran data itu dijalankan sesuai aturan, maka potensi konflik bisa diminimalisir, misalnya kehabisan surat suara sehingga banyak warga tidak memilih, kalau tahapan ini berjalan akurat,” ungkapnya.

Bawaslu juga mempersiapkanaparatur pengawas Adhock hingga ke tingkat TPS sebanyak 400 lebih petugas dalam tahapan Perhitungan Suara.

Menjamin protokol kesehatan di TPS, petugas KPPS dan PTPS juga melakukan rapid test, teknisnya adalah setelah  bawaslu merekrut petugas yang akan ditempatkan di TPS, mereka langsung di rapid test dan membekali bimbingan teknis PTPS yang dilakukan dua kali agar penguatannya bisa menjamin proses pungut hitung berjalan sesuai aturan.

Pembekalan PTPS ini sangat urgen bagi Bawaslu Nunukan karena sejumlah  mekanisme pungut hitung pada Pilkada 2020 dibanding 2018 cukup berbeda, misalnya terkait isu e-rekap dulu direncanaka  sebagai instrumen utama saat ini menjadi instrumen pendukung bagi KPU, begitu juga dengan ditiadakannya C1 yang digantikan C hasil yang merupakan keseluruhan dari hasil perhitungan suara.

” Hal seperti inilah yang nantinya kita sampaikan ke PTPS agar ini bisa tersosialisasi dengan baik, belum lagi soal penerapan protokol kesehatan yang menjadi konsentasi pengawasan kita, ini harus diperhatikan dalam menjalankannya, misalnya penggunaan masker, adanya bilik suara khusus untuk pemilih memiliki suhu badan diatas 37,3 derajat, kita langsung amankan masuk ke bilik khusus, diluar TPS,” kata Yusran.

Dalam waktu dekat ini, Bawaslu akan menggelar patroli pengawasan terkait money politik dan pelanggaran lainnya termasuk penindakan pada H -1 sebelum pencoblosan Rabu, 9 desember 2020.

” Kami tidak bisa berbuat banyak kalau tidak ada bantuan dari masyarakat, kalaupun tidak bisa menjadi pelapor, masyarakat juga bisa jadi saksi, kita mustahil bergerak sendiri, jadi partisipasi masyarakat dan teman taman media harus ekstra agar kita semua dapat mencegah terjadinya politik uang sebelum hari pemungutan suara,” tegasnya.#mal.

Bagikan :
Top Update :
error: Hubungi Redaksi
Pariwara Prokes