Press "Enter" to skip to content

BP2MI Karantina 193 WNI Dari Tawau Malaysia.

NUNUKAN – Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan mengkarantina sebanyak 193 Pekerja Migran Indonesia dari Tawau Malaysia, satu diantaranya positif covid 19.

Hal ini disampaikan Kepala Unit Pelayanan Teknis BP2MI, Kombes. Pol. Hotma Victor Sihombing, pada Jumat (21/5) Kemarin.

BP2MI Periksa Kesehatan PMI di Rusunawa Nunukan
BP2MI Periksa Kesehatan PMI di Rusunawa Nunukan.

Sejak Rabu hingga kamis, kata Hotma, PMI ke Indonesia itu, melalui jalur ilegal, setelah dilakukan pemeriksaan antigen ditemukan 1 orang positif covid 19, langsung di pisahkan dan dirujuk ke RSUD Nunukan, sementara yang lainnya di Karantina di Rusunawa.

” Termasuk Lima orang pengurus, kita karantina di Rusunawa, ini berbahaya kalau dibiarkan,” ungkapnya

Menurut Hotma, Ratusan PMI yang pulang dari Tawau Malaysia itu difasilitasi pengurus penumpang melalui jalur ilegal, karena itu, Ia memeriksa fasilitator itu untuk dimintai keterangan terkait mediasi TKI transit di Nunukan saat Malaysia memberlakukan lockdown.

Satgas Covid 19 memeriksa kesehatan PMI dengan Antigen.” Mereka sudah dimintai keterangan, kelimanya sudah membuat pernyataan untuk tidak mengulang perbuatannya, namun jika sebaliknya kami tak segan memproses secara hukum,” ungkapnya.

Pihaknya mengizinkan WNI yang hendak pulang kampung transit di Nunukan, namun harus melalui procedur jalur resmi sehingga kesehatan PMI bisa terpantau sekaligus mencegah masuknya virus baru dari India.

” Kalau melalui jalur ilegal tentu lolos dari pantauan, jadi kita imbau kalau ada yang pulang komunikasikan dulu agar kepulangan PMI bisa difasilitasi Konsul melalui pelabuhan tunon taka Nunukan,” tambahnya.

Selama lima hari masa karantina BP2MI melakukan pemerisaan kesehatan kepada ratusan PMI di Rusunawa dan apabila tidak terkonfirmasi covid 19, maka dijadwalkan pulang ke kampung halamannya. #Fik.

Bagikan :
Top Update :
error: Hubungi Redaksi
Pariwara Prokes