Press "Enter" to skip to content

Cegah Covid 19, Balai Karantina Nunukan Perketat Pengawasan di Perbatasan.

NUNUKAN – Upaya memutus mata rantai pandemik covid 19, Balai Karantina Nunukan memperketat pengawasan barang yang melewati lintas batas Negara di wilayah perbatasan Indonesia Malaysia.

Selain produksi Pertanian dan Perkebunan, Komoditi perikanan wajib melalui Balai Karantina Nunukan apabila pengusaha mengimpor barang ke Indonesia khususnya Nunukan.

Fokus Group Discusion Bea Cukai Nunukan
Kepala Balai Karantina Nunukan, drh. Ahmad Alfaraby.

” Kita periksa dengan cara mensterilkan barang, jika ditemukan tidak memiliki izin kesehatan kita sita kemudian musnahkan,” kata drh. Ahmad Alfaraby, Kamis (20/5) lalu dalam kegiatan FGD Peningkatan Ekspor Pertanian Nunukan yang digelar KPC. Bea Cukai Nunukan.

Alfaraby menjelaskan produk luar negeri yang melawati lintas batas tanpa dokumen kesehatan, dikhawatirkan berpotensi menyebarkan penyakit varian baru.

” Jadi selain buah buahan, ikan dan jenis produksi barang lainnya perlu pengawasan ketat mengingat pandemik covid 19 masih menjadi momok di Indonesia saat ini.” Ujar Alfaraby.

Pentingnya menjaga kesehatan di masa pandemik ini, diyakini mampu memutus mata rantai covid 19, selain barang, manusia pun yang melintas ditapal batas tersebut harus dalam pengawasan.

” Tugas kita adalah mencegah masuknya makanan, tumbuhan maupun barang lainnya dari luar negeri yang tidak dilengkapi dokumen kesehatan, tujuannya mengamankan masyarakat dari penularan penyakit yang berbahaya,” jelasnya.

Fokus Group Discusion Bea Cukai Nunukan
Pemaparan Alur Perizinan Ekspor Impor Barang dala. FGD Peningkatan Komoditas Pertanian Nunukan di Kantor Bea Cukai Nunukan.

Di wilayah perbatasan tersebut, tiga negara yang berbatasan dengan Kabupaten Nunukan, meliputi, Malaysia, Filipina, Brunai Darussalam dan beberapa negara asia lainnya, membuat kegiatan ekspor Impor cukup mudah dilakukan karena jarak antar negara tersebut dekat dari halaman depan Indonesia.

Untuk menghindari penyebaran penyakit, Balai Karantina Nunukan mengkoordinasikan kepada Intansi terkait agar bersama sama melakukan pengawasan kegiatan yang dilakukan pengusaha lokal selama ini.

” Sudah banyak barang ilegal kita musnahkan, baik yang masuk dari filipina maupun dari malaysia, lebih baik melakukan pencegaha dini daripada produk luar negeri ilegal itu dikonsumsi masyarakat,” terang Ahmad Alfaraby.#Fik

Bagikan :
Top Update :
error: Hubungi Redaksi
Pariwara Prokes