Press "Enter" to skip to content

BP2MI Nunukan Vaksinasi PMI Dari Malaysia.

NUNUKAN – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan memvaksinasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Tanah Air, mereka hendak ke Kampung halaman setelah bertahun tahun bekerja di Negeri Jiran Malaysia.

Kepala BP2MI Nunukan, AKBP. FJ. Ginting Mengatakan, kepulangan PMI wajib difasilitasi, selain akomodasi, transportasi mereka juga perlu mendapatkan vaksinasi Covid 19 agar aman dari pandemik.

” Kita juga menghormati kebijakan pemerintah daerah yang dituju, walaupun itu tempat kelahiran mereka, tapi disana kalau level 4 harus menyertakan sertifikat vaksin agar tidak ditolak saat tiba di kampung halamannya,” kata AKBP. FJ. Ginting. Senin (16/8) di Kantor BP2MI Nunukan.

Kepala BP2MI Nunukan, AKBP. FJ. Ginting.

Kegiatan ini bekerjasama dengan Pemkab Nunukan dengan menyediakan Vaksinasi Senovak bagi Pekerja Migran Indonesia.

Hal ini dilakukan untuk mencegah dan menangani penyebaran pandemik covid 19 secara massif, sehingga setiap PMI mendapatkan Vaksin agar bisa meningkatkan Herd Immuniti atau kekebalan Tubuh terhadap covid 19.

” Target hari ini sebanyak 40 Orang, namun jika Vaksin masih tersedia maka ditambah hingga 100 orang, PMI adalah warga Negara RI yang perlu dilindungi, jadi saya sangat mengapresiasi Pemkab Nunukan memfasilitasi ini,” lanjutnya.

Pekerja Migran Indonesia melakukan regitrasi sebelum menerima Vaksinasi Covid 19.

Menurutnya menghentikan laju penyebaran pandemik covid 19 merupakan tanggungjawab bersama, karena itu BP2MI berkoordinasi dengan Pemkab Nunukan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Tunon Taka Nunukan untuk menindaklanjuti maksud tersebut.

Tidak semua PMI mendapatkan Vaksin, kata Kepala BP2MI, mereka juga terseleksi karena diantaranya ada yang terkonfirmasi positif, sehingga beberapa dari PMI harus di Isolasi Mandiri di Rusunawa Nunukan.

” Hanya yang negatif covid 19 yang mendapatkan vaksin, sebanyak 76 orang divaksinasi persiapan untuk di pulangkan ke kampung masing masing, jadi ini berarti beban daerah juga ringan, kita juga memanusiakan mereka, keluarga juga menunggu di kampung, Pemerintah Kabupaten Nunukan bersama BP2MI menjawab itu,”ungkapnya.

Meski telah menerima Vaksin, PMI tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan covid 19, dengan Vaksin bukan berarti setiap orang lepas dari pandemik covid 19 melainkan mengurangi resiko atau meringankan gejala ketika terpapar Covid 19.

Pemeriksaan Kesehatan oleh Tim Medis Nunukan di Kantor BP2MI Nunukan.

” Kita juga mengedukasi PMI terkait dengan pencegahan Covid 19, terutama selalu menerapkan 5 M, memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci tangan, Menjauhi Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas jika nantinya tiba dikampung halaman, mereka juga wajib mengkampayekan ini agar semua warga negara menyadari pentingnya Vaksinasi dan Patuh terhadap Protokol Kesehatan untuk memutus mata rantai pandemik Covid 19,” tutupnya. #fik

Bagikan :
Top Update :
error: Hubungi Redaksi
Pariwara Prokes