Press "Enter" to skip to content

Kreatifitas Millenial Nunukan Pulihkan Ekonomi Di Masa Pandemi.

NUNUKAN,marajanews.id – Beragam cara yang dilakukan masyarakat Nunukan memulihkan ekonomi di tengah pandemik covid 19, sejak Nunukan turun ke PPKM Level 2, pusat perputaran ekonomi kembali bergairah seperti cafe, pasar kuliner dan sejumlah rumah makan.

Thrifting Day Nunukan
Pakaian Bekas Layak Pakai Di Thrifting Day Nunukan.

Begitu juga kaum mellenial tak ketinggalan, kreatifitas mereka yang biasanya jualan online melalui media sosial, kini menggelar suatu event yang disebut ” Thrifting Day” yakni hari berbelanja pakaian bekas bermerk.

” Kita mencoba bertahan dimasa pandemi covid 19 setelah media sosial kita manfaatkan berjualan, saat ini kita coba lagi mencari peruntungan ekonomi dalam kegiatan ini,” Kata Salman Ketua Panitia Event Thrifting Millenial Perbatasan. Minggu (12/12).

Memulai event ini, Salman mengajak 36 preloved Nunukan untuk bergabung mendirikan stand pameran baju bekas untuk mencari peruntungan bersama dalam satu komunitas yang ia istilahkan Hunter Branded.

” Hunter Branded itu Kolektor Pakaian bermerek, biasanya mereka menawarkan dagangannya secara live di media sosial, nah itu kita ajak gabung sekalian bersilaturrahmi dalam event ini, tapi sebelumnya kita minta restu dari Satgas Covid 19, dan kita di Izinkan namun disarankan tetap memenuhi standar protokol kesehatan,” kata Salman.

Sebanyak 12  stand pakaian bekas di event itu menawarkan kaos, celana, jaket, kemeja, topi dan sepatu berbagai merek dengan harga relatif murah di kisaran Rp. 150.000 hingga Rp. 450.000.

Thrifting Day Nunukan
Sepatu Berbagai Merek dengan Harga Terjangkau.

Karena itu, Salman mengatakan busana modis bukan hanya datang dari toko pakaian ternama, namun masyarakat juga bisa mendapatkan di event tersebut yang dibuka pada Kamis 9 -12 di jalan Antasari  halaman Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan.

Salman menambahkan banyak keuntungan yang diperoleh pembeli saat ngethrifting dievent ini, selain pakaian branded dengan harga terjangkau, pembeli juga mendapatkan jenis pakaian yang awet dan tidak mudah rusak, begitu juga dengan pakaian yang limited edition atau merek terkenal yang sudah tidak diproduksi lagi mudah di temukan di pasar pakaian bekas itu.

” Hal yang pelu dilakukan sebelum ke pasar ini, kita sarankan browshing dulu cari merek terkenal dan harga mahal di Internet, baik merek pakaian maupun sepatu kemudian datang ke event ini,” saran Salman.

Digelarnya event tersebut, UMKM pun diuntungkan, Salman mengajak pedagang kaki lima dan pengusaha cafe ikut memeriahkan Thrifting Day tersebut dengan berjualan menyediakan makanan dan minuman di area pasar.

” Pakaian branded ini banyak digemari anak anak muda, pengunjung tidak sekedar cuci mata tapi lebih banyak yang membeli karna harganya terjangkau dan masih berkualitas.” tambahnya.

Untuk itu, Salman berharap agar event ini bisa menjadi salah satu kegiatan untuk keluar dari kiris ekonomi dimasa pandemi sehingga kehidupan masyarakat kembali normal seiring dengan tingkat lesejahteraannya.#Fik

Bagikan :
Top Update :
error: Hubungi Redaksi
Pariwara Prokes