NUNUKAN, SEBATIK, marajanews.id – Memasuki 17 Ramadhan 1447 Hijriyah, Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Nunukan (IPMKN) Cabang Palu menggelar pawai obor di Desa Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Jumat (6/3/2026) malam.
Ratusan warga bersama generasi muda turun ke jalan membawa obor menyambut peringatan malam Nuzulul Qur’an, menghadirkan suasana religius yang hangat di kawasan perbatasan.
Tema “Bersatu Dalam Cahaya Qur’an Perkuat Persaudaraan dan Toleransi” tampak hidup sepanjang kegiatan. Barisan peserta berjalan beriringan sambil menyalakan obor yang memancar terang di malam Ramadhan.
Rute pawai dimulai dari kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik, sepanjang perjalanan, warga berdiri di sisi jalan menyaksikan iring-iringan pawai, dan berakhir di halaman Aztrada 88.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh daerah. Kepala Kantor KUA Sebatik Timur, anggota DPRD dapil Sebatik H. Firman, Pelaksana Tugas Camat Sebatik Utara, perwakilan Danramil Sebatik melalui Babinsa Sungai Nyamuk, serta Sekretaris Camat Sebatik Timur tampak hadir menyatu bersama masyarakat yang memadati lokasi acara.
Ketua Bidang Alumni IPMKN Palu, Hamsing, menyampaikan rasa bangga melihat semangat generasi muda yang tetap menjaga tradisi keagamaan di daerah perbatasan, menurutnya, pawai obor merupakan simbol persatuan masyarakat yang dipererat melalui nilai-nilai Al-Qur’an.
“Alhamdulillah kami bersyukur melihat kreativitas adik-adik IPMKN yang terus berkembang, di tengah berbagai persoalan dunia, kita masih diberi kedamaian, ramadhan mengingatkan kita agar memperkuat persaudaraan dan memperbanyak amal ibadah,” kata Hamsing
Kegiatan pawai obor kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Ustaz Syukri mengenai makna malam Lailatul Qadar.
Ceramah tersebut mengajak masyarakat memaknai bulan Ramadhan sebagai waktu memperdalam ibadah serta mempererat hubungan antar sesama.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan tausiah yang disampaikan Ustaz Syukri di hadapan para peserta dan masyarakat. Dalam ceramahnya, Ustaz Syukri mengajak umat Islam memaknai malam-malam Ramadhan sebagai waktu terbaik memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebaikan.
“Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang bagaimana hati kita semakin dekat dengan Al-Qur’an dan semakin peduli terhadap sesama,” tutur Ustaz Syukri.
Suasana malam di Sebatik Timur pun disejukkan dengan cahaya obor yang perlahan padam meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat, nyala Cahaya menerangi jalan Sungai nyamuk, menyimpan kesan dan pesan persatuan, persaudaraan, serta nilai toleransi yang terus hidup dalam kehidupan masyarakat.
Semangat kebersamaan itu mengingatkan bahwa cahaya Al-Qur’an selalu mampu menuntun langkah umat menuju kehidupan yang damai dan penuh keberkahan.#m04











