Press "Enter" to skip to content

Larasati Moriska Serap Aspirasi Warga, Infrastruktur, Beasiswa hingga Layanan Dasar Jadi Perhatian di Nunukan

NUNUKAN, marajanews.id – Infrastruktur jalan, akses pendidikan, program beasiswa, jaringan listrik, hingga ketersediaan air bersih menjadi aspirasi utama yang disampaikan masyarakat kepada Anggota DPD/MPR RI daerah pemilihan Kalimantan Utara, Larasati Moriska, dalam agenda penyerapan aspirasi bertajuk Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Daerah di Ballroom Laura Hotel, Kecamatan Nunukan, Senin Sore (22/6/26).

Kegiatan tersebut mempertemukan masyarakat dengan para pemangku kebijakan untuk membahas berbagai persoalan yang masih dihadapi warga, khususnya di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.

Masyarakat memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang belum sepenuhnya terlayani, aspirasi tidak hanya berkisar pada perbaikan jalan dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, listrik, air bersih, hingga pemerataan pelayanan publik.

Warga berharap pembangunan tidak lagi terkonsentrasi di kawasan perkotaan, melainkan menjangkau desa-desa serta wilayah perbatasan yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses.

Irmayanti, warga RT 02 Kelurahan Nunukan Timur, meminta pemerintah memperluas program beasiswa sekaligus meningkatkan kualitas sarana Pendidikan, menurutnya, kemajuan daerah sangat bergantung pada kualitas generasi muda yang memperoleh kesempatan belajar secara layak.

“Kami berharap pemerintah tidak hanya menambah kuota beasiswa, tetapi juga memperhatikan fasilitas sekolah agar anak-anak bisa belajar dengan aman, nyaman, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Irmayanti.

Larasati Moriska Serap Aspirasi Warga, Infrastruktur, Beasiswa hingga Layanan Dasar Jadi Perhatian di Nunukan
Larasati Moriska Serap Aspirasi Warga, Infrastruktur, Beasiswa hingga Layanan Dasar Jadi Perhatian di Nunukan

Aspirasi senada disampaikan Rahmat, warga RT 14 Kelurahan Nunukan Selatan, menurutnya, masih banyak masyarakat yang menghadapi persoalan infrastruktur dasar, mulai dari jalan yang rusak, jaringan listrik yang belum menjangkau seluruh permukiman, hingga distribusi air bersih yang belum merata.

“Kebutuhan dasar seperti jalan, listrik, dan air bersih masih menjadi persoalan sehari-hari. Kami berharap pemerintah memberikan perhatian lebih karena fasilitas itu sangat menentukan aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Larasati Moriska memastikan seluruh aspirasi warga akan dikawal dalam pembahasan bersama pemerintah daerah maupun pemerintah pusat sesuai kewenangan masing-masing.

“Setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat menjadi catatan penting bagi kami. Pembangunan harus dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil dan perbatasan. Tidak boleh ada daerah yang tertinggal dalam memperoleh pelayanan dasar,” tegas Larasati.

Larasati menjelaskan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari meningkatnya kualitas pelayanan publik, perbaikan jalan penghubung, pembangunan jembatan, penyediaan jaringan listrik, air bersih, telekomunikasi, fasilitas pendidikan, hingga layanan kesehatan dinilai menjadi fondasi penting untuk membuka akses masyarakat, memperkuat aktivitas ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan warga Kabupaten Nunukan.

Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia melalui beasiswa, pelatihan keterampilan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata juga harus berjalan seiring dengan pembangunan fisik.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Tamara Moriska, SH, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, menilai penyerapan aspirasi ini merupakan ruang komunikasi mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan proses penyusunan kebijakan pembangunan.

“Kami ingin setiap aspirasi masyarakat benar-benar menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan. Persoalan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga kesejahteraan ekonomi harus dikawal bersama agar program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan warga,” ujar Tamara.

Tamara juga mengajak masyarakat terus berpartisipasi aktif dalam menyampaikan aspirasi sekaligus mengawasi pelaksanaan program pembangunan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah,

DPRD, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci mempercepat pemerataan pembangunan di Kabupaten Nunukan, dengan kolaborasi yang kuat, berbagai tantangan di wilayah perbatasan diharapkan dapat diatasi secara bertahap sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat.#mo3

Bagikan :