TANJUNG SELOR, marajanews.id – Gangguan terhadap persatuan bangsa tidak selalu datang dari konflik fisik atau gangguan keamanan. Di era digital, hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial dapat memecah belah masyarakat melalui informasi yang beredar tanpa kendali.
Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Sarasehan Kebangsaan yang digelar anggota DPD/MPR RI, Larasati Moriska, di Balai Pertemuan Warga Jl. Cendrawasih Gg. Kasturi RT.046 RW.17 Tanjung Selor Hilir, Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. MInggu (8/11/26), pagi.
Kegiatan tersebut memasuki pertemuan keempat dengan agenda membangun kesadaran masyarakat menghadapi ancaman disinformasi sekaligus merawat nasionalisme di kawasan perbatasan.
Senator DPD/MPR RI Dapil Kaltara ini, mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang beredar di media sosial, menurutnya, masyarakat perlu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya agar tidak ikut menyebarkan kabar palsu yang memicu perselisihan.
“Persatuan bangsa harus kita rawat bersama, Jangan sampai perbedaan pandangan dan informasi yang belum terverifikasi justru memecah hubungan antarmasyarakat,” demikian pesan yang dapat menjadi penegasan dalam pembahasan sarasehan tersebut.
Kehadiran teknologi digital membawa kemudahan dalam memperoleh informasi, namun, kecepatan penyebaran informasi juga membuka peluang bagi pihak tertentu menyebarkan fitnah, manipulasi informasi, dan provokasi.

Kondisi tersebut menuntut masyarakat memiliki kecakapan memilah sumber berita, memeriksa fakta, serta memahami dampak setiap informasi yang dibagikan.
Pembahasan kebangsaan tersebut juga berkaitan dengan kondisi Kalimantan Utara sebagai daerah perbatasan.
Masyarakat di wilayah perbatasan memiliki peran dalam menjaga persatuan, memperkuat rasa cinta Tanah Air, serta mempertahankan nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Larasati Moriska berpesan, Merawat Nasionalisme di Beranda Negeri: Merawat Indonesia dari Tapal Batas Kalimantan Utara, hal ini mengajak masyarakat melihat nasionalisme sebagai sikap yang tumbuh melalui kepedulian terhadap sesama, penghormatan terhadap perbedaan, serta kesadaran menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sarasehan Kebangsaan yang berlangsung di Tanjung Selor tersebut juga menjadi bagian dari agenda kerja Larasati Moriska sebagai anggota DPD/MPR RI. Pelaksanaan empat kali pertemuan menunjukkan kesinambungan kegiatan pendidikan kebangsaan di tengah masyarakat Kalimantan Utara.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin kritis menghadapi arus informasi digital sekaligus memahami tanggung jawab menjaga persatuan.
Nasionalisme tidak cukup diucapkan melalui simbol dan slogan, tetapi perlu tercermin dalam perilaku, sikap saling menghormati, serta kepedulian terhadap masa depan bangsa.#m03











