Press "Enter" to skip to content

Ketua DPRD Nunukan Serap Tujuh Aspirasi Warga Nunukan Selatan

NUNUKAN, marajanews.id – Ketua DPRD Nunukan, Hj. Leppa, menyerap tujuh aspirasi warga Kecamatan Nunukan Selatan dalam Reses Masa Sidang II Tahun 2025–2026 yang digelar Selasa (17/2/26) di Sasini Café & Restro Nunukan.

Kegiatan reses tersebut dihadiri berbagai kalangan termaauk tokoh masyarakat, ketua RT, pelaku usaha, pembudidaya rumput laut, dan pelajar.

Tujuh aspirasi warga yang menjadi perhatian meliputi perbaikan akses jalan dan penerangan di Mumbunut, pembangunan Puskesmas di Seimengkadu, pembangunan jembatan jerambah di Mansapa, penambahan bak sampah, pembangunan jalan usaha tani, pengelolaan limbah rumput laut, serta penguatan infrastruktur pendidikan.

Aspirasi tersebut menggambarkan kebutuhan dasar masyarakat yang tersebar di sejumlah titik permukiman dan sentra produksi.

Ketua DPRD Nunukan Hj. Leppa menyatakan seluruh usulan warga telah dicatat dan akan dibahas dalam rapat-rapat dewan bersama pemerintah daerah.

“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat Nunukan Selatan kami terima dan kami catat. Ini menjadi bahan pembahasan dalam rapat-rapat DPRD bersama dinas teknis,” kata Hj Leppa.

Menurutnya, akses jalan dan penerangan di Mumbunut memerlukan penanganan karena menyangkut mobilitas warga dan keamanan lingkungan pada malam hari.

“Jalan yang rusak dan minim lampu penerangan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan keselamatan warga,  kami akan mendorong dinas terkait segera menindaklanjuti,” ujarnya.

Terkait pembangunan Puskesmas di Seimengkadu dan jembatan jerambah di Mansapa, Leppa menilai fasilitas layanan kesehatan dan konektivitas wilayah menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Puskesmas akan memudahkan warga memperoleh layanan kesehatan tanpa harus menempuh jarak jauh dan Jembatan jerambah di Mansapa juga penting karena menjadi penghubung aktivitas warga sehari-hari,” tuturnya.

Aspirasi lain yang mendapat perhatian yakni penambahan bak sampah serta pengelolaan limbah rumput laut, warga menyampaikan keluhan terkait penumpukan sampah rumah tangga dan limbah produksi yang belum tertangani dengan baik.

“Pengelolaan limbah rumput laut perlu sistem yang jelas agar lingkungan tetap terjaga dan pelaku usaha tetap bisa berproduksi,” lanjutnya.

Ketua DPRD Nunukan ini mengatakan selain pembangunan jalan usaha tani, perbaikan infrastruktur pendidikan juga akan memperkuat dan meningkatkan kualitas pembelajaran anak-anak di Nunukan Selatan.

“Jalan usaha tani akan memudahkan distribusi hasil panen, sedangkan infrastruktur pendidikan yang memadai akan mendukung proses belajar mengajar. aspirasi ini tentunya akan kami kawal dalam pembahasan melalui rapat rapat DPRD Nunukan,” ucapnya.#m02

Bagikan :
error: Hubungi Redaksi