Press "Enter" to skip to content

Rahasia Enterpreneur Dalam Kemampuan Storytelling.

JAKARTA, marajanews.id – Setiap orang bisa mengembangkan kemampuan entrepreneur, bukan hanya sarjana ekonomi atau mahasiswa teknik, namun semua orang dapat menciptakan kemandirian lapangan pekerjaan.

Toronata Tambun
Toronata Tambun, menyampaikan materi Disiplin Enterpreneur : Urgensi dan Relevansi Bagi Dunia Pendidikan Dalam Mewujudkan Indonesia Emas Melalui GWPP Batch IV 2022. 

Founder and Director Aren Energy Investment, Toronata Tambun mengatakan, Jurnalis memiliki kemampuan entrepreneur yang tidak dimiliki para inventor Indonesia.

Kemampuan Storytelling bagi jurnalis dinilai mampu mendongkrak produktifitas perusahaan atau startup, buktinya adalah wartawan memiliki kemampuan bercerita diatas rata rata kemampuan manusia lainnya.

“ Inventor tidak memiliki kemampuan Storytelling, jadi ngomongin kewirausahaan bukan membicarakan sesuatu hal yang asing tak berguna atau jauh dari kehidupan, jurnalis  justru memiliki kesempatan yang sama,” ungkap Toronata Tambun.

Hal ini disampaikannya melalui Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) 2022 yang digelar Virtual, Senin (4/4) di Jakarta, dalam materi Disiplin Enterpreneur : Urgensi dan Relevansi Bagi Dunia Pendidikan Dalam Mewujudkan Indonesia Emas.

Menurutnya, banyak alasan mengapa entrepreneur dapat dikembangkan melalui lembaga pendidikan, salah satunya adalah dapat memberikan peluang ekonomi bagi siapa saja.

Namun peluang itu tidak sekedar dipahami tetapi membutuhkan kedisiplinan seseorang di bidang tersebut.

Toronata Tambun
Toronata Tambun menyampaikan materi Disiplin Enterpreneur : Urgensi dan Relevansi Bagi Dunia Pendidikan Dalam Mewujudkan Indonesia Emas di GWPP Batch IV 2022.

Kiat Sukses Enterpreneurship.

Agar sesorang dapat menanamkan kedispilinan Enterpreneurship, menurut Toronata, seseorang wajib memahami; Riset Pasar, Doktrin Kebutuhan Pelanggan, tidak berorinetasi produk, keunikan strategis seperti  we, them dan it dan Non Linear atau system dynamics literasi.

“ Jadi keseuksesan entrepreneurship dipengaruhi kemampuan 10 persen content, 20 persen kemampuan menulis dan 70 persen Storytelling,” jelasnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa gerakan entrepreneurship tidak sekedar membuat Startup tetapi membuat manuasi yang anti frangil, tidak bermata durian, senantiasa rahmatan lil alamin, ramah dan berkelanjutan serta bekerja keras dan tim work.

Entrepreneurship kegiatan yang utamanya berdampak pada keberhasilan ekonomis. Namun, bukan berarti semua entrepreneur selalu berhubungan dengan ekonomi.

Kegiatan ini membuat inovasi untuk menciptakan lapangan kerja baru baik bagi pelaku maupun orang lain.

Bagi Jurnalis harus mengubah pola pikir tentang memulai entrepreneurship, tidak perlu menunggu punya modal. Namun menyiapkan kegiatan-kegiatan yang mendorong  untuk melakukan kegiatan entrepreneurship.#Fik.

Bagikan :