NUNUKAN, marajanews.id – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Tamara Moriska, SH, MH, mengapresiasi kegiatan Dialog Interaktif yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nunukan dengan membahas isu strategis perbatasan.
Tamara menegaskan, wilayah perbatasan merupakan kawasan strategis yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat. Ia menyebut, berbagai persoalan di perbatasan harus ditangani secara komprehensif dengan melibatkan banyak pihak.
“Banyak permasalahan yang kita hadapi, tentunya ini membutuhkan kerja sama semua pihak, bukan hanya pemerintah, tetapi masyarakat juga perlu memberikan gagasan dalam membangun wilayah perbatasan,” ujar Tamara, Kamis (18/9/25).
Menurutnya, PWI Nunukan berhasil menghadirkan forum diskusi yang menjembatani aspirasi masyarakat dengan pemerintah. Melalui dialog interaktif yang digelar pada Rabu (17/9/2025), wartawan menyuarakan berbagai keluhan yang dihadapi masyarakat di wilayah perbatasan.
Tamara menjelaskan, sejumlah masalah yang mengemuka dalam dialog itu meliputi lambatnya pembangunan infrastruktur, kendala di sektor perikanan, pengembangan budidaya rumput laut, hingga persoalan aktivasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Kecamatan Sebatik.
Ia menilai, aspirasi tersebut harus mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti, DPRD Provinsi Kaltara bersama pemerintah pusat diharapkan dapat memberikan solusi agar pelayanan kepada masyarakat perbatasan semakin optimal.
Tamara akan menindaklanjuti isu-isu strategis tersebut bersama lima anggota DPRD Provinsi Kaltara dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Nunukan, agenda pembahasan akan difokuskan pada kebutuhan prioritas masyarakat di wilayah perbatasan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sangat menarik, Kami berharap PWI Nunukan bisa kembali memprogramkan kegiatan serupa dengan melibatkan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat luas,” tambahnya.
Dialog interaktif itu berlangsung dinamis, para wartawan secara bergantian melontarkan pertanyaan dan masukan langsung kepada anggota DPRD Kaltara, antusiasme peserta membuat diskusi semakin hidup dan produktif.
Dalam kesempatan itu, hadir beberapa anggota DPRD Provinsi Kaltara lainnya, yakni Arming, H. Ladullah, Muhammad Nasir, dan Rismanto. Kehadiran mereka menambah bobot diskusi karena setiap legislator menyampaikan pandangan sesuai bidang masing-masing.
Kelima anggota DPRD tersebut menunjukkan komitmen terhadap pembangunan daerah, mereka meluangkan waktu untuk mendengarkan aspirasi masyarakat Nunukan secara langsung melalui forum yang difasilitasi PWI.
Tamara menilai kehadiran anggota dewan dalam forum ini merupakan bukti perhatian legislatif terhadap masyarakat perbatasan, ia berharap momentum ini bisa mengawali sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, media, dan masyarakat.
Dialog interaktif yang digelar PWI Nunukan itu, diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan, selain memperkuat peran wartawan dalam menyuarakan aspirasi publik, kegiatan ini juga membuka ruang dialog terbuka demi mendorong pembangunan di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan.#m01









