KEBIASAAN makan saat berbuka puasa ternyata berpengaruh terhadap kondisi tubuh selama menjalankan ibadah Ramadan.
Banyak orang mengatakan puasa terasa lebih ringan ketika mengurangi nasi dalam porsi besar serta membatasi minuman manis saat berbuka, perut terasa lebih nyaman, tubuh tidak mudah lemas, dan rasa lapar pada siang hari pun tidak datang terlalu cepat.
Hal ini dijelaskan dalam ulasan kesehatan yang dilansir dari laman Jurnal Kesehatan Universitas Negeri Surabaya, terkait sistem yang mengatur rasa lapar dalam tubuh manusia.
Tubuh memproduksi hormon bernama ghrelin yang berperan mengirimkan sinyal lapar menuju otak ketika perut kosong, saat berpuasa, kadar hormon tersebut mengalami penyesuaian setelah tubuh melewati masa adaptasi beberapa hari.
Tubuh memiliki mekanisme penyeimbang yang bekerja secara alami selama puasa, pada hari pertama puasa, rasa lapar sering muncul karena tubuh masih menyesuaikan ritme makan dan setelah beberapa hari, produksi hormon lapar mulai stabil sehingga sinyal lapar tidak terlalu kuat.
Kajian ilmiah lain yang dipublikasikan dalam Journal of Health, Population and Nutrition tahun 2025 memperkuat temuan tersebut, Studi meta-analisis dari berbagai penelitian internasional menunjukkan pola puasa dapat memengaruhi hormon ghrelin serta mengubah sinyal lapar dan kenyang dalam tubuh, membuat banyak orang merasa lebih nyaman menjalani puasa setelah melewati beberapa hari pertama.
Selain faktor hormon, pola berbuka puasa juga memegang peranan penting terhadap kondisi tubuh keesokan hari. Konsumsi minuman dingin yang tinggi gula atau porsi nasi yang terlalu besar dapat memicu lonjakan kadar gula darah dalam waktu singkat.
Setelah itu kadar gula turun dengan cepat, kondisi ini sering memunculkan rasa lapar kembali walaupun tubuh baru saja menerima asupan makanan.
Karena itu masyarakat disarankan memilih makanan yang mampu menjaga kestabilan energi tubuh selama puasa, misalnya makanan berserat, protein, dan karbohidrat kompleks seperti sayur, buah, telur, ikan, tempe, tahu, atau nasi merah dicerna lebih lambat.
Pola makan yang lebih seimbang saat berbuka dan sahur membuat puasa tidak terasa berat. Air putih, kurma dalam jumlah cukup, serta menu bergizi membantu tubuh menjaga energi sepanjang hari.
Kebiasaan sederhana tersebut bukan hanya menjaga kebugaran selama Ramadan, tetapi juga membantu tubuh bekerja lebih stabil sehingga ibadah puasa dapat dijalani dengan kondisi fisik yang lebih prima.***
Sumber : Jurnal Kesehatan Unesa





