SIDRAP, marajanews.id – Semangat belajar dan prestasi kembali ditunjukkan pelajar asal Pulau Sebatik. Andi Bidadari Ahava, yang akrab disapa Dara, sukses meraih Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Inggris tingkat MA/SMK/SMA se-Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Kabupaten Sidrap, Sulsel.
Dara, anak sulung dari Andi Muliyono, kini duduk di kelas 7 Madrasah Aliyah Ummul Mukminin Makassar, kemampuan bahasa Inggris yang fasih, Dara memukau dewan juri dan peserta lain dalam ajang bergengsi tersebut, penampilannya yang percaya diri membuatnya meraih nilai tertinggi.
Perjalanan Dara menuju kemenangan tidak instan. Sejak duduk di bangku PAUD, dara kelahiran Sebatik ini telah menorehkan berbagai prestasi.
Ia aktif mengikuti lomba tingkat sekolah, kabupaten, hingga nasional, dukungan keluarga dan guru menjadi kekuatan besar dalam perjalanan akademiknya.
Ayahnya, Dr. Andi Muliyono, SH.MH, bangga dengan pencapaian Dara, Ia menyebut, ketekunan dan disiplin putrinya menjadi kunci keberhasilan.
“Dara selalu memanfaatkan waktunya untuk belajar dan berlatih. Kami hanya mendampingi dan memberikan semangat,” tuturnya.
Guru pendamping di Madrasah Aliyah Ummul Mukminin juga menegaskan bahwa Dara memiliki dedikasi luar biasa.
Ia rajin mengikuti pelatihan dan tidak ragu mencoba tantangan baru. “Dara menjadi contoh bagi teman-temannya. Ia tidak hanya berprestasi, tetapi juga rendah hati,” ungkap salah satu guru.
Selain lomba pidato, Dara kerap mengikuti kompetisi akademik, Olimpiade Matematika dan Fisika menjadi ajang favoritnya.
Beberapa penghargaan dari kompetisi tersebut telah menambah deretan prestasi membanggakan bagi sekolah dan daerah asalnya.
Rekam Jejak Prestasi Sejak Dini
Sejak SD, Dara sudah terbiasa tampil di depan umum. Ia pernah meraih juara pidato bahasa Inggris tingkat nasional, yang semakin mengasah kemampuannya. Prestasi ini membuatnya kerap diundang sebagai wakil sekolah dalam berbagai ajang bergengsi.
Dara menuturkan bahwa minatnya pada bahasa Inggris tumbuh karena sering menonton film dan membaca buku berbahasa asing. Kebiasaan itu mendorongnya mempelajari pelafalan dan tata bahasa dengan serius.
“Saya suka tantangan dan ingin terus mengasah kemampuan,” ucap Dara.
Di sekolah, Dara bukan hanya dikenal sebagai siswi berprestasi, tetapi juga aktif dalam kegiatan organisasi. Ia kerap menjadi penggerak dalam acara sekolah dan membantu teman-temannya yang kesulitan belajar. Sikap kepemimpinannya membuatnya disukai guru dan teman sebaya.
Keberhasilan Dara di Sidrap menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Sebatik. Banyak masyarakat mengapresiasi perjuangan Dara yang terus mengharumkan nama daerah.
“Prestasi Dara membuktikan bahwa anak Sebatik mampu bersaing di tingkat provinsi dan nasional,” kata salah satu tokoh masyarakat setempat.
Inspirasi untuk Generasi Muda
Pemerintah daerah juga memberikan dukungan moral. Perwakilan Dinas Pendidikan Nunukan menyebut Dara sebagai inspirasi bagi pelajar lain. Mereka berharap prestasi Dara dapat memotivasi generasi muda untuk berani berkompetisi.
Dara sendiri menegaskan bahwa kesuksesan tidak datang tanpa kerja keras. Ia mendorong teman-temannya untuk tekun belajar dan tidak takut mencoba.
“Setiap usaha pasti ada hasilnya. Jangan takut gagal karena dari situ kita belajar,” ujarnya.
Ke depan, Dara bercita-cita melanjutkan pendidikan hingga tingkat internasional. Ia bermimpi dapat menempuh studi di luar negeri dan membawa ilmu kembali ke daerah asal.
“Saya ingin berkontribusi untuk kemajuan pendidikan di Sebatik,” katanya.
Dengan segudang prestasi, Dara membuktikan bahwa keterbatasan wilayah bukan hambatan. Tekad kuat dan dukungan keluarga menjadi bekal penting. Semangat Dara diharapkan menjadi pemicu lahirnya lebih banyak pelajar berprestasi dari daerah perbatasan Indonesia.
Keberhasilan Dara di Sidrap tidak hanya menambah daftar prestasi pribadi, tetapi juga menegaskan bahwa anak-anak Sebatik memiliki potensi besar. Dari panggung pidato hingga olimpiade sains, Dara terus menulis kisah inspiratif untuk dunia pendidikan Indonesia.#m01






