BULUNGAN, marajanews.id – Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., menerima audiensi dari Dewan Adat Dayak Agabag di Mapolda Kaltara dalam rangka mempererat hubungan kerja antara kepolisian dan tokoh adat.
Pertemuan tersebut berlangsung hangat, mencerminkan hubungan yang terbangun baik antara kedua pihak.
Dalam pertemuan itu, Kapolda Kaltara dan Dewan Adat Dayak Agabag membahas pengawasan wilayah perbatasan, terutama di kawasan yang kerap menjadi jalur peredaran narkoba.
Pembahasan dilakukan secara terbuka agar langkah pencegahan dapat dilakukan lebih efektif di lapangan.
Wakil Dewan Adat Dayak Agabag menyampaikan pandangan terkait kondisi keamanan di wilayah pedalaman dan menilai kolaborasi dengan aparat keamanan perlu terus ditingkatkan untuk menjaga situasi tetap kondusif, khususnya di daerah Lumbis, Sebuku, Sembakung, dan Tulin Onsoi.
Kapolda Kaltara menyatakan apresiasi atas perhatian dan dukungan Dewan Adat Dayak Agabag.
Ia menilai kerja sama yang terbangun selama ini memberi dampak positif bagi stabilitas perbatasan, terutama dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkotika.
Dalam kesempatan itu, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menegaskan bahwa kerja sama Polri dan masyarakat adat menjadi fondasi penting dalam menjaga keamanan di Kalimantan Utara.
Ia mendorong komunikasi yang lebih intens agar setiap potensi kerawanan dapat segera diatasi.
“Rumah ini adalah rumah kita bersama. Polri dan masyarakat harus terus berjalan beriringan untuk menjaga Kalimantan Utara tetap aman dan damai,” ujar Kapolda di hadapan perwakilan Dewan Adat Dayak Agabag.
Pertemuan tersebut memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat adat, sekaligus menegaskan bahwa pendekatan kultural dan komunikasi langsung mampu menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan.#hmspldkltr











