Press "Enter" to skip to content

Tekan Tarif Transportasi Udara Nunukan-Krayan, Pemda Nunukan Launching SOA

Last updated on February 24, 2020

NUNUKANUpaya pemerintah Kabupaten Nunukan, menekan  biaya angkutan pesawat udara rute Nunukan – Long  Bawan Kecamatan Krayan dengan cara  merealisasikan anggaran Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) Penerbangan Udara tahun 2020.

Adanya SOA Penumpang udara ini, tentu mengurangi biaya tiket pesawat dari harga normal sebesar Rp. 1.600.000 berkurang hingga Rp. 400.000 per orang. “ jadi kami pemerintah daerah memprogramkan subsidi ini dari APBD 2020, sebesar Rp. 1.200.000 perorang, tentunya dapat membantu masyarakat di wilayah Krayan sebagai langkah menjawab aspirasi di bidang perhubungan udara.” kata Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid. MM menyampaikan sambutan sekaligus meresmikan penerbangan perdana Hevilift Aviation Indonesia ke Kecamatan Krayan.

Pesawat udara jenis Twin Otter DHC6-300 menyediakan kapasitas 17 seat. Dalam penerbangan pada tahun ini, dijadwalkan tiga hingga empat kali seminggu, dengan total penerbangan 338 kali ke kecamatan yang berbatasan langsung dengan Serawak Malaysia dan Brunai Darussalam ini.

Selama penerbangan itu, masyarakat bisa menikmati transportasi udara dari Nunukan ke Kecamatan Krayan dengan waktu tempuh sekira 45 menit diudara, yang sebelumnya jika masyarakat hendak ke ibu Kota Kabupaten harus melalui Kota Tarakan dengan waktu yang lama dan biaya mahal.

Bupati Kabupaten Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid SE MM, Ketua DPRD Nunukan, Hj Leppa, Ketua Persekutuan Dayak Lundayeh, Aprem SE serta unsur Forkopimda, di kokpit maskapai Hevilift Aviation Indonesia, Sabtu (15/02/20)

Kini Pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Nunukan khususnya di wilayah pedalaman itu, sudah bernafas lega, disatu sisi merelaisasikan kebutuhan akses transportasi udara bersubsidi, disisi lain membantu masyarakat terkait tarif angkutan udara tersebut.

Subsidi tersebut dialokasikan sebesar Rp. 7 Milyar pada tahun ini. Sejak 2017 hingga 2019, penerbangan bersubsidi program APBD Kabupaten Nunukan ini, diperkiran sudah mencapai Rp. 32 Milyar. “ ini belum termasuk  termasuk SOA barang yang dianggarkan beberapa milyar untuk mendistribusikan kebutuhan pokok masyarakat ke wilayah pedalaman.” kata Laura.

Selain ke Kecamatan Krayan, lanjut Laura, subsidi ini, juga dimanfaatkan masyarakat di wilayah Lumbis Ogong, Pansiangan dan Hulu, yang direalisasikan sejak tahun lalu, “ Jadi ada alokasi anggaran dari APBD kita, untuk membantu masyarakat agar kebutuhan sembako mereka bisa peroleh dari harga, paling tidak bisa sama dengan yang ada di Nunukan.”  lanjutnya.

Hadir dalam agenda Launching tersebut, Bupati Kabupaten Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid, SE MM, Ketua DPRD Nunukan, Hj Leppa, Sekretaris Daerah, Serfianus S.IP, unsur Forkopimda dan Kepala SKPD Nunukan, management perusahaan Penerbangan Hevilift Aviation Indonesia serta tokoh  masyarakat Krayan.

Mewakili masyarakat Krayan, Ketua Persekutuan Dayak Lundayeh, Aprem SE, mengatakan tahun ini realisasi SOA lebih cepat, berbeda pada tahun sebelumnya diluncurkan pertengan tahun, padahal sebenarnya sangat membantu masyarakat di wilayah perbatasan ini.

“ Kami sangat bersyukur, tahun ini lebih cepat, biasanya kan launcing diatas bulan tiga, jadi kami sebagai masyarakat berterimakasih kepada pemerintah telah mengupayakan SOA penumpang ini lebih cepat, dan juga harapan kami pihak pengelola penerbangan agar memperlancar penerbangan ke kecamatan Krayan.” harap mantan anggota DPRD Nunukan ini

Banyak terobosan yang direalisasikan Pemda Nunukan bagi masyarakat di wilayah tiga tersebut, salah satunya adalah Ambulans Udara. Program ini dianggarakan melalui APBD 2019 sebesar 600 juta, namun pada November hingga desember tahun lalu hanya digunakan sekira Rp. 400 juta, karna penggunaanya sistem claim.

Melalui pelaksanaan program pembangunan tersebut, merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya di wilayah pedalaman.

Dinas Perhubungan, sebagai leading sektor kegiatan ini, himbau Laura, agar dapat melaksanakan dan mengawal kegiatan ini dengan baik dan jika terjadi masalah semua pihak mengkoordinasi dan mengkomunikasikan dan lelangnya direncanakan dengan sistem tahun jamak.

“ Saya bilang kenapa tidak tahun ini saja, info dari dinas terkait, masa jabatan bupati dan wakil bupati berakhir tahun 2020, sehingga nantinya rencananya tahapan selanjutnya, kemungkinan akan dilelang pada tahun jamak dan tentunya meminta persetujuan dari pihak DPRD Nunukan.” tutup Putri Mantan Bupati Nunukan ini.#Fik

Bagikan :

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Top Update :
error: Hubungi Redaksi
Pariwara Prokes