Press "Enter" to skip to content

Ekspor Rumput Laut Justru Naik Saat Harga Anjlok

Last updated on February 24, 2020

NUNUKAN – Di tengah lesunya harga rumput laut kering di tingkat petani yang hanya berkisar antara Rp. 8 – 10 ribu per kilogram dari yang awalnya mencapai Rp. 15 – 20 ribu per kilogram sebagai akibat dari merebaknya wabah virus corona di Negara Tiongkok, volume rumput laut yang diekspor oleh PT. Sebatik Jaya Mandiri justru mengalami peningkatan secara signifikan.

Persiapan Pengangkutan dan Pengiriman Rumput Laut di Pelabuhan Tonon Taka Nunukan

Jika biasanya rumput laut yang diekspor oleh PT. SJM hanya sekitar 60 ton atau 3 kontainer, namun kali ini jumlahnya naik hingga mencapai 3 kali lipat, mencapai 181 ton atau 9 kontainer dengan tujuan Negara Korea Selatan.

Perwakilan Manajemen PT. SJM Sabirin menyampaikan, saat ini proses pengisian container sudah selesai dilaksanakan, kelengkapan dokumen – dokumen yang dipersyaratkan semuanya juga sudah terpenuhi. “Jika tidak ada halangan insya allah hari kamis pagi kapalnya bisa sudah berangkat,” kata Sabirin.

Meskipun volume ekspor secara keseluruhan masih relative sedikit, tetapi trend kenaikan ekspor rumput laut yang dicatatkan oleh PT. SJM ke Korea Selatan tentu saja menjadi kabar yang cukup menggembirakan di tengah terpuruknya harga jual rumput laut sekarang ini. Fenomena itu harus ditangkap sebagai sebuah peluang bagi para pelaku usaha rumput laut, untuk mencari dan membuka potensi – potensi pasar yang baru, jangan selalu menggantungkan pasar di Negara Tiongkok. #(HUMAS)

Bagikan :

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Top Update :
error: Hubungi Redaksi
Pariwara Prokes