Press "Enter" to skip to content

APD Langka, Puskesmas Sedadap Produksi Masker Face Shield

NUNUKAN – Usaha takkan pernah menghianati hasil begitulah salah satu ungkapan yang di Implementasikan Tim Medis Puskesmas Sedadap Kecamatan Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan.

Masker Face Shield buatan Puskesmas Sedadap Nunukan

Ditengah kelangkaan Alat Perlindungan Diri (APD) di Kabupaten Nunukan. Ada saja ide dan kreatifitas bagi mereka yang bertugas pada, Jumat (27/03) di Puskesmas itu.

Mereka memproduksi pelindung wajah (Face Shield) agar terhindar dari kontak langsung pasien yang dirawat di puskesmas tersebut, dan hasilnya sangat membantu tenaga medis dalam antisipasi dan pencegahan Covid 19.

Masker Pelindung Wajah (Face Shield) kreatifitas Tim Medis Puskesmas Sedadap

Produksi ini bukan untuk dikomersilkan, hanya digunakan sementara, karna saat ini Puskesmas tersebut, masih menunggu APD dari Jakarta sehingga Tenaga Kesehatan, baik Perawat maupun Bidan di Puskesmas itu memanfaatkan waktu, membuat APD Face Shield transparan dalam pencegahan wabah Corona.

Kepala Puskesmas Sedadap, dr. Rahmawati, menjelaskan, Tim Medis Puskesmas Sedadap berinisiatif membuat alat pelindung wajah tersebut, karena kelangkaan masker, bukan hanya di Kabupaten Nunukan bahkan seluruh daerah di Indonesia.

” Sebenarnya kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Nunukan, namum kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk segera disediakan APD, karna banyak pesanan pabrik yang masuk dari seluruh daerah, jadi sambil menunggu alatnya tiba, kami untuk sementara membuat face shield ini sebagai kreatifitas pencegahan.” Kata dr. Rahmawati.

Kepala Puskesmas Sedadap mengatakan dalam situasi dan kondisi saat ini, kreatifitas yang perlu dipikirkan, tentunya banyak yang ia bisa lakukan bersama tim medis di puskesmas sedadap, dengan harapan agar tenaga medis terlindungi saat merawat pasien.

” Kita buat saja apa yg bisa kita lakukan, karena bahkan sekelas RS besar saja di Makassar mau menggunakan kantong plastik untuk menutupi daerah kepalanya. Juga kita lihat ada rumah sakit yang gunakan jas hujan sebagai alternanif lindungi petugas kesehatannya.” tambah dr. Rahmawati mencontohkan salah satu RSUD di Makassar.

Pembuatan Face Shield ini dari bahan plastik biayanya pun tak sampai merobek kantong, hanya berkisar Rp. 2000. Namun manfaatnya luar biasa, membantu petugas medis manakala mereka turun kelapangan melakukan sosialisasi ke masyarakat dan pada saat posyandu di sejumlah desa di kecamatan Nunukan Selatan.

Selain efektif menghalau virus seperti masker N95, pelindung wajah buatan Tim Kreatif Puskesmas Sedadap juga lebih ramah dan pembuatannya sangat mudah.

Adapun cara pembuatannya sebagai berikut : Gunakan selembar plastik seukuran wajah berbentuk opal, dan rekatkan gabus, sebagai bahan pelapis disesuaikan dengan kontur wajah.

“Intinya adalah mengutamakan pelayanan publik, sambil memperkenalkan kreatifitas kami, jadi masyarakat sekaligus bisa juga terproteksi,” tutup dr Rahmawati.#fik

Bagikan :

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Top Update :
error: Hubungi Redaksi
Pariwara Prokes