Press "Enter" to skip to content

428 Buruh Terdampak Covid – 19 Terima Bantuan Pemkab Nunukan

Last updated on May 10, 2020

NUNUKAN – Setelah memberikan bantuan ke Mahasiswa, Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan menyalurkan bantuan ke 428 Buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang biasa berjualan di sekitar Pelabuhan Tunon Taka, dan bekerja di Unit Cargo, Batu Bara serta 28 Pedagangan Asongan, mereka menerima Sembako berupa beras 5 kilogram.

Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid SE, MM mengintruksikan pemberian bantuan itu, Ia mengatakan bahwa para buruh dan pedagang asongan di pelabuhan adalah salah satu komponen masyarakat yang paling merasakan dampak dari penyebaran covid – 19, sehingga semua pihak harus peduli, demikian juga dengan Pemerintah Daerah, harus andil mengurangi beban masyarakat ditengah pandemik Covid 19 ini.

“ Bantuan ini nilainya tidak seberapa, saya berharap, semoga bantuan itu bisa sedikit meringankan beban para buruh dan pedagang asongan yang dalam beberapa minggu terakhir ini penghasilanya mengalami penurunan secara drastis.” kata Laura.

Menurutnya, situasi saat ini memang tidak mudah, masyarakat harus sabar dan kuat menghadapinya. Pemerintah akan memberikan bantuan kepada masyarakat, terutama yang paling terdampak karena wabah ini, sebisa mungkin sesuai dengan kemampuan Pemerintah Daerah.

Para buruh dan pedagang asongan di pelabuhan memang merupakan pihak yang paling merasakan dampak penyebaran covid – 19, karena pembatasan angkutan laut di dalam negeri dan kebijakan lock down yang diterapkan oleh Pemerintah Malaysia selama hampir satu bulan terakhir ini telah membuat aktivitas di pelabuhan nyaris lumpuh.

Minimnya jumlah kapal yang melakukan bongkar muat di pelabuhan telah secara otomatis membuat penghasilan para buruh itu semakin tidak pasti, padahal sebelum Covid 19 ini menjadi pandemik,  mereka bisa mengantongi penghasilan per hari dari upah jasa bongkar muat barang dari Kapal Pelni, kapal cargo, batu bara, atau kapal jurusan Tawau – Nunukan,  maka kini belum tentu dalam satu minggu ada yang menggunakan jasa mereka.

Berhentinya Kapal Pelni dan kapal jurusan Tawau – Nunukan praktis membuat penghasilan mereka anjlok, sementara kebutuhan di lingkungan rumah tangga tak pernah mengenal mata pencaharian harus terhenti. Dalam situasi seperti ini semua pihak memang harus saling bergandengan tangan, saling menguatkan, dan terus berdoa semoga wabah ini bisa segera berakhir. #Humas

Bagikan :

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Top Update :
error: Hubungi Redaksi
Pariwara Prokes