Press "Enter" to skip to content

Hasil Rapid Test Reaktif, Hasan : Jujur Lebih Baik

HASAN BASRI, S.IP – Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan.

NUNUKAN – Hasil Rapid Test Kepala Bagian Humas Pemda Nunukan reaktif dan viral di media sosial, hasan menilai komentar netizen terhadapnya seolah olah ia positif covid 19, meski belum menerima hasil swab sebagai keterangan bahwa ia postif atau negatif corona.

Juru bicara Pemda Nunukan ini menjawab issue tersebut dengan mengaupdate status di media sosial, ia mengakui bahwa hasil rapid testnya beberapa hari yang lalu itu benar reaktif.

” Karena tujuannya dinas luar saya ke Puskesmas mengambil rapid test dan ternyata dua kali rapid, hasilnya dinyatakan reaktif, lalu tim gugus tugas covid 19 Nunukan menyarankan isolasi mandiri sambil menunggu hasil swab,” kata Hasan di konfirmasi via seluler.

Ia juga mengakui sering dinas luar mendampingi kepala daerah, namun saat itu kondisi kesehatan normal dan tidak ada tanda demam ataupun gejala influenza yang ia rasakan.

Pada kamis 10 September 2020 ia kembali ditugaskan keluar daerah, Hasan membatalkan tugas tersebut karena telah dinyatakan reaktif, yang menurutnya bisa saja karna faktor kelelahan hingga daya tahan tubuhnya menurun salama melaksanakan tugas beberapa minggu ini.

” Kita tunggu saja hasil swabnya apakah positif atau negatif covid 19, saya lebih baik jujur terhadap hal ini, meskipun sebenarnya tidak wajib di umumkan namun demi keterbukaan informasi dan keselamatan banyak orang, Insya Allah saya umumkan, dari pada harus dicari lalu di bully,” kata Hasan.

Baca Juga : Hasil Swab Hasan Basri Negatif Covid 19

Terkait postingan di sosial media menimbulkan reaksi, menurutnya banyak orang akhirnya khawatir setelah berinteraksi minggu terakhir ini, apalagi ia juga ditugaskan sebagai satgas covid 19 yang tentunya banyak yang pernah berinteraksi dengannya.

Karena itu mantan sekretaris perdagangan Nunukan ini berharap agar netizen tidak mengarahkan kondisi yang ia alami saat ini ke ranah Politik yang menurutnya dapat menodai rasa kemanusiaan, justru seharusnya berjuang melawan covid 19 namun menimbulkan antipati.

” Jangan karna hanya ingin meraih kekuasaan merendahkan rasa kemanusiaan kita hingga perjuangan melawan covid 19 tercederai, bukannya menimbulkan simpati tapi malah antipati,” kata Hasan Basri.#Mal

Bagikan :
Top Update :
error: Hubungi Redaksi
Pariwara Prokes