Press "Enter" to skip to content

Hendrawan : Ilau Dayak Agabag IX Eksistensi Peradaban Etnis Di Perbatasan.

NUNUKAN, – Keanekaragaman seni dan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia merupakan tanggung jawab bagi setiap warga Negara Indonesia.

Karena hal tersebut merupakan suatu warisan kekayaan leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan agar tidak diklaim bangsa lain.

Ilau Dayak Agabag ke IX yang digelar Lembaga Dayak Agabag, Selasa (12/7) di desa Binter Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan, mencerminkan kekayaan bangsa akan seni dan budaya di halaman depan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ilau Dayak Agabag IX di Lumbis Ogong
Peserta Melantukan Kukuy terbanyak dengan 100 orang oleh masyarakat Hukum Adat Dayak Agabag.

Anggota DPRD Nunukan, Hendrawan S.Pd mengatakan, Ilau Dayak Agabag menambah khasanah budaya nusantara dan menunjukkan eksistensi peradaban etnis di wilayah perbatasan.

Ia menjelaskan, Ilau dalam bahasa dayak adalah pesta besar atau festival pertunjukan khas budaya lokal suku dayak Agabag di Kecamatan Lumbis Nunukan.

” Festival ini digelar sekali dalam empat tahun, untuk memperkenalkan dan menunjukkan kepada generasi muda agar mereka mengetahui warisan budaya leluhur suku Dayak Agabag,” kata Hendrawan.

Politisi Partai Nasional Demokrat ini menambahkan, karya seni dan budaya lokal perlu dilestarikan karena berdampak pada ekonomi masyarakat terutama di sektor pariwisata.

“ Ini tanggungjawab kita semua dipemerintahan, apabila kita lalai akan budaya sendiri, maka sama halnya mencabut akar budaya Indonesia,” tambahnya.

Lebih lanjut disampaikannya, Budaya Lokal merupakan budaya yang berada ditengah masyarakat yang keberadaannya diakui dan dimiliki masyarakat setempat untuk membedakan dengan daerah lainnya.

Karena itu, budaya di suatu daerah harus dipertahankan dan dilestarikan agar generasi yang akan datang dapat mengetahui kebudaan yang dimilikinya.

Ilau Dayak Agabag IX Lumbis Ogong
Pameran Kuliner Tradisional Ilui, sajian makanan khas Dayak Agabag. pada Festival Dayak Agabag IX di desa Binter Lumbis Ogong Nunukan.

Selain itu, Hendrawan mengatakan setiap budaya di Indonesia memiliki kekhasan yang berbeda beda namun ketika itu mampu menyatu maka dapat menghadirkan keindahan yang harus dijaga dengan baik.

“ Generasi penerus wajib melestarikan dan menjaga budaya yang kita miliki, ini merupakan bentuk pengungkapan rasa kecintaan kita terhadap Indonesia,” tutup Hendrawan.

Festival ini dihadiri seluruh Kepala Suku Lembaga Adat Dayak Agabag di Kecamatan Lumbis, dan dayak rumpun Murud Malaysia. Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltara, Ketua DPRD Nunukan, Hj Leppa, Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid SE.MM,Ph.D, Sekretaris Daerah, Serfianus S.IP, dan Anggota DPRD Nunulan dari dapil 3, Lewi, S.Sos, Hendrawan dan Amrin Sitanggang.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Anggota DPR RI, Ir. Deddy Yevri Hanteru Sitorus, M.A. Presiden Masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN), Dr.Drs. Marthin Billa. MM dan Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang.#Adv

Bagikan :
error: Hubungi Redaksi