NUNUKAN, marajanews.id – Terbitnya surat Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nunukan bernomor B/500.3.2/87/DKUKMPP-III/II/2026 tertanggal 13 Februari 2026 tentang penataan Alun-Alun Nunukan selama Ramadhan memantik reaksi dari anggota legislative Kaltara.
Surat tersebut memuat ketentuan tidak dibukanya Bazar Ramadhan atau lapak takjil di Alun-Alun Nunukan dan mengarahkan pedagang pindah ke lokasi Bazar Ramadhan di depan UKM Center.
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari Daerah Pemilihan IV Nunukan, H. Ladullah, SH meminta pemerintah daerah memberi kesempatan dan pembinaan kepada pelaku UMKM agar roda usaha tetap bergerak selama bulan suci Ramadhan.
“Berikan ruang bagi pelaku UMKM agar tetap berjualan, jangan matikan kegiatan mereka hanya karena regulasi, Pemerintah justru perlu mendorong dan mencarikan tempat yang lebih layak,” kata Ladullah, Kamis (19/2/26), usai Safari Ramadhan di Kelurahan Selisun.
Surat DKUKMPP Nunukan mengumumkan tidak dibukanya bazar atau lapak takjil di Alun-Alun Nunukan, pedagang yang biasa menjajakan takjil di area itu diarahkan pindah ke Bazar Ramadhan yang telah disiapkan pemerintah daerah di depan UKM Center.
Kebijakan ini langsung berdampak pada puluhan pedagang yang selama ini menggantungkan penjualan takjil di pusat kota Nunukan tersebut.
Terpisah, Ketua Pasar Tani Alun-Alun Nunukan, Abdul Kadir S.Ag, mengatakan, sebanyak 32 pelaku UMKM tidak dapat membuka lapak takjil di alun-alun atas kebijakan tersebut.
Pemerintah daerah menggeser aktivitas perdagangan ke lokasi lain yang telah ditentukan, sementara alun-alun selama ini menjadi titik favorit warga mencari hidangan berbuka.
“Aktivitas ini hanya berlangsung pada bulan Ramadhan dan hanya beberapa jam saja, berikanlah kesempatan pedagang menjual dagangannya, di situ masyarakat sambil ngabuburit sekaligus membeli takjil menjelang buka puasa,” ujar Kadir.
Menurut Kadir, hari pertama Ramadhan mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp 30 juta dari transaksi para pedagang takjil, angka tersebut, kata dia, menggambarkan geliat ekonomi menjelang Idul Fitri ketika pelaku usaha kecil meraih tambahan pendapatan bagi keluarga.
Kadir meminta DKUKMPP Kabupaten Nunukan membina dan memberikan solusi yang berpihak kepada pelaku usaha kecil agar perekonomian daerah tetap bergerak.
“Kami ingin dinas membina pelaku UMKM di Nunukan agar bisa terus menggerakkan ekonomi masyarakat, pedagang hanya ingin berdagang dengan tertib dan mendapat tempat yang layak,dan berikan kesempatan kepada pasar tani ramadhan untuk berjualan takjil sama halnya yang lain seperti penjual takjil jalan tawakkal,” ucapnya.#m03








