NUNUKAN, marajanews.id – Senator DPD / MPR RI, Larasati Moriska mengundang pelaku UMKM di Nunukan mengikuti kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang digelar Kamis (12/3/26) sore, di Gedung Larasati Centre Kampung Baru, Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan.
Pertemuan itu diikuti puluhan ibu pelaku usaha mikro dari sektor kuliner, fesyen, hingga kerajinan di gedung Azfid menjelang waktu berbuka puasa.
Dalam sambutannya, Larasati mengajak peserta memaknai Empat Pilar Kebangsaan pada bulan Ramadhan dengan pendekatan yang dekat dengan aktivitas usaha.
Empat Pilar yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika disebut sebagai pedoman hidup berbangsa yang dapat membentuk karakter pelaku usaha.
“Empat Pilar bukan sekadar materi kebangsaan. Nilainya bisa Ibu-ibu terapkan saat berdagang, melayani pembeli, dan membangun jaringan usaha,” kata Larasati.

Nilai Pancasila, lanjutnya, memberi arah moral dalam dunia perdagangan, Sila Ketuhanan mengajarkan kejujuran dalam timbangan dan kualitas barang, Sila Kemanusiaan mendorong perlakuan adil terhadap konsumen dan pekerja.
Sila Persatuan menumbuhkan semangat kolaborasi antarpelaku UMKM agar tumbuh bersama, Sila Kerakyatan tercermin dalam musyawarah saat menyusun kesepakatan usaha, sedangkan Keadilan Sosial menghadirkan harga wajar dan akses ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Terkait konstitusi, Undang-Undang Dasar 1945 menjamin hak warga negara bekerja dan berusaha, Larasati mengingatkan pentingnya legalitas usaha, administrasi tertib, dan kepatuhan pajak agar bisnis berkembang berkelanjutan.
“Usaha yang taat aturan akan lebih dipercaya pasar dan lembaga keuangan, kepercayaan itu memperkuat daya saing,” ujarnya.
Semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia juga ia kaitkan dengan keberanian memperluas pasar hingga lintas daerah, Produk lokal Nunukan dinilai memiliki potensi menembus pasar nasional apabila pelaku usaha menjaga kualitas dan konsistensi produksi, rasa kebangsaan mendorong kecintaan pada produk dalam negeri sehingga perputaran ekonomi tetap berada di tanah air.
Filosofi Bhinneka Tunggal Ika turut memperkaya kreativitas UMKM, Keberagaman budaya Indonesia menghadirkan inspirasi tanpa batas bagi produk kuliner, fesyen, maupun kerajinan, perbedaan selera pasar dinilai membuka peluang inovasi dan diferensiasi produk.
“Keberagaman menjadi kekuatan, Dari situ lahir ciri khas yang membuat produk Nunukan dikenal lebih luas,” ucap Larasati.
Diskusi berlangsung interaktif dengan beragam pertanyaan seputar pemasaran digital dan penguatan merek lokal.
Kegiatan berlanjut dengan tausiyah yang disampaikan Ustaz Yahya, lalu ditutup dengan buka puasa bersama membuat kebersamaan sore itu memperlihatkan semangat pelaku UMKM Nunukan memadukan nilai kebangsaan dengan geliat usaha yang terus berkembang.#m03










