Press "Enter" to skip to content

Begini Peran Strategis Jurnalis Pendidikan.

JAKARTA, marajanews.id – Seorang wartawan tidak hanya sekedar membuat berita dan menyebarluaskan informasi tetapi wajib membantu pemerintah memperbaiki pendidikan nasional.

Hal ini sampaikan pengamat pendidikan Ikhsyat Syukur, dalam Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan Bacth IV 2022, Rabu (18/5) secara virtul di Jakarta.

Menurutnya pendidikan adalah tanggungjawab setiap warga Negara termasuk jurnalis agar menyebarluaskan informasi sekaligus mengontrol isu pendidikan mulai dari tataran kebijakan hingga implementasi di lapangan.

“ Sebagai jurnalis tentu peran media melekat, jadi saya ingatkan kebijakan itu bukan di Jakarta saja tetapi lakukan control isu hingga kedaerah,” kata Iksyat Syukur saat menyampaikan materi dalam agenda GWPP.

Ia juga mengatakan karya jurnalis harus berkualitas, positif, objektif, valid dan bertanggungjawab agar produk jurnalistik dapat mewujudkan masyarakat yang kritis, kreatif dan produktif.

Dengan produk jurnalistik berkualitas, lanjutnya,wartatan berperan mencerdaskan kehidupan dan ikut serta menentukan masa depan bangsa sesuai dengan pembukaan undang-undang 1945 alinea ke empat.

“ Jadi inilah tugas mulia jurnalis pendidikan, sangat eksplisit dalam pembukaan UUD 1945 ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, dan itu lewat pendidikan ga ada cerita lain,” tegasnya.

FJP. GWPP 2022 Bacth 4
Peserta FjP GWPP 2022 Batch 4.

Kondisi Pendidikan Di Indonesia

Penggagas Sekolah Ilmuwan Miniangkabau ini menegaskan kondisi  pendidikan Indonesia saat ini tertinggal jauh dari Negara lain.

Dalam studi kompetensi pelajar, Programme for International Student Assessment (PISA) diikuti 70 negara, posisi Indonesia  berada di urutan 62 pada 2015, data 2018 juga menunjukkan Indonesia berada diposisi terendah dari 78 peserta.

Selain itu sesuai dengan data yang diperoleh berdasarkan penelitian random sampling dari Kuisioner yang diisi guru di sumatera barat, menunjukkan siswa gagal paham terhadap pelajaran Fisika, matematika dan kimia di jenjang transisi SMP ke SMA.

Penurunan minat belajar siswa di dearah tersebut menurut Iksyat sangat drastis, terlebih pada pendidikan karakter dan mengalisa informasi jauh dari harapan pendidikan di Indonesia.

“ Melihat kondisi ini, kita kemudian terpanggil berperan dan ikut serta menentukan masa depan bangsa, pendidikan menjadi tanggungjawab setiap warga negara terdidik di negeri ini, selain memenuhi janji keada pendiri republic juga sebagai dharma bakti pada Ibu Pertiwi,” tutup Iksyat.#Fik

Bagikan :