Press "Enter" to skip to content

Melanjutkan Asa, 21 Warga Binaan Lapas Nunukan Ikuti ANBK

NUNUKAN, marajanews.id – Sebanyak 21 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang digelar di lingkungan Lapas, kegiatan ini menjadi bukti bahwa ilmu tidak berhenti meski berada di balik jeruji besi.

Pelaksanaan ANBK ini merupakan hasil kerja sama antara Lapas Nunukan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) LANUKA dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan.

Program ini bertujuan memberi kesempatan bagi warga binaan untuk menempuh pendidikan kesetaraan Paket A sebagai upaya peningkatan kualitas diri.

Suasana ruang ujian tampak penuh kesungguhan, peserta serius menatap layar komputer dan menjawab soal demi soal dengan percaya diri, dibalik keterbatasan fasilitas, semangat belajar WBP tidak luntur, melainkan tumbuh semakin kuat.

Sebagian besar peserta ANBK merupakan warga binaan yang dulunya putus sekolah, melalui program pendidikan ini, WBP mendapat kesempatan kedua untuk memperbaiki masa depan dan menjadi pribadi yang lebih baik setelah menyelesaikan masa hukuman.

Kepala Lapas Nunukan, Puang Dirham, menyampaikan apresiasinya atas tekad warga binaan dalam mengikuti ANBK., menurutnya, kegiatan ini menunjukkan, pendidikan menjadi kunci dalam proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

“Kami sangat mengapresiasi semangat belajar warga binaan, Ini bukti bahwa Warga Binaan benar-benar ingin berubah dan memperbaiki diri, dengan pendidikan, kami yakin mereka akan lebih siap kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik,” ujar Puang Dirham, Sabtu (4/10/25).

Dikesempatan tersebut, Pengurus PKBM LANUKA, Rudi, menegaskan pendidikan merupakan hak seluruh warga negara tanpa terkecuali,  Ia mengatakan bangga bisa berperan dalam membuka akses pendidikan bagi warga binaan yang memiliki niat kuat untuk berubah.

“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara, termasuk Warga Binaan yang sedang menjalani pembinaan, kami bangga bisa menjadi bagian dari proses perubahan ini,” kata Rudi.

Bagi para peserta, ANBK bukan sekadar ujian, melainkan perjuangan untuk menebus masa lalu dan membangun harapan baru,  warga binaan berusaha membuktikan kepada diri sendiri dan keluarga bahwa kesempatan untuk memperbaiki diri selalu ada.

“Dulu saya pikir semuanya sudah berakhir, tapi sekarang saya punya mimpi lagi. Saya ingin bebas nanti bukan hanya keluar, tapi membawa perubahan dan harapan untuk keluarga saya,” tutur salah satu peserta ANBK dengan mata berkaca-kaca.

Dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Nunukan, dan seluruh pihak terkait, pelaksanaan ANBK di Lapas Nunukan berjalan lancar.

Kegiatan ini membuktikan bahwa penjara bukan akhir dari perjalanan hidup, melainkan awal dari upaya membangun masa depan yang lebih bermakna.#hmslpsnnk

Bagikan :
error: Hubungi Redaksi