Press "Enter" to skip to content

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Di Perbatasan, Ujung Tombak Kedaulatan Negara

NUNUKAN, marajanews.id – Ujung tombak kedaulatan NKRI berada di garis depan wilayah perbatasan Indonesia. Kawasan ini menjadi wajah terdepan negara yang langsung bersentuhan dengan wilayah asing, sekaligus ruang hidup masyarakat yang setiap hari berinteraksi lintas batas.

Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Tawau, Malaysia. Kondisi geografis tersebut menjadikan Sebatik sebagai daerah penting yang perlu diperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan sebagai pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Penguatan pemahaman tersebut disampaikan Senator Muda DPD/MPR RI, Larasati Moriska, saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Sabtu (13/12/25).

Kegiatan ini mengangkat materi Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika yang relevan dengan realitas masyarakat perbatasan.

“Kami datang ke perbatasan karena di sinilah ujung tombak kedaulatan negara. Pemahaman yang kuat tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi benteng pertahanan ideologi,” kata Larasati Moriska dalam sambutannya.

Larasati Moriska menyampaikan, kehidupan masyarakat perbatasan memiliki tantangan tersendiri karena intens berinteraksi dengan negara tetangga, baik dalam aktivitas ekonomi, sosial, maupun budaya.

“Pengetahuan yang dalam tentang identitas kebangsaan sangat penting agar masyarakat tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” tambahnya.

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Di Perbatasan, Ujung Tombak Kedaulatan Negara
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Di Perbatasan, Ujung Tombak Kedaulatan Negara

Peserta sosialisasi berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, tokoh masyarakat, hingga pemuda desa, kegiatan berlangsung santai dengan pola diskusi yang membuka ruang tanya jawab dengan tertib.

Suasana semakin hidup ketika narasumber dari TNI Angkatan Laut, Danposaal TNI AL Sebatik, Kapten Laut (E) Setiawan Budi Lestari turut memberikan paparan tentang kondisi wilayah perbatasan laut dan peran masyarakat dalam menjaga kedaulatan wilayah.

“Kesadaran warga sangat penting, dari pemahaman UUD 1945, masyarakat bisa ikut mencegah pelanggaran hukum dan berani melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan,” kata Kapten Laut (E) Setiawan Budi Lesta

Dalam kesempatan tersebut, Larasati menilai penguatan nilai kebangsaan di perbatasan juga berkaitan erat dengan ketahanan komunitas, termasuk semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Menurutnya, masyarakat yang hidup di garis terdepan negeri ini justru perlu memiliki pemahaman tentang fondasi berdirinya Indonesia agar persatuan dan kesatuan masyarakat tetap terjaga.

Melalui sosialisasi ini, nilai-nilai kebangsaan diharapkan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat Sebatik dan menjadi pedoman dalam bersikap serta bertindak sehari-hari.

Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kecamatan Sebatik menjadi ruang dialog kebangsaan yang mempertemukan wakil rakyat, aparat, dan masyarakat dalam suasana akrab di wilayah perbatasan NKRI.#Adv

Bagikan :
error: Hubungi Redaksi